Geger! 100 Perempuan Thailand Jadi Korban Peternakan Sel Telur Manusia di Georgina

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Kamis, 13 Februari 2025 | 09:44 WIB
Sindikat kriminal diduga lakukan pengambilan sel telur secara paksa pada ratusan Perempuan Thailand (Unsplash)
Sindikat kriminal diduga lakukan pengambilan sel telur secara paksa pada ratusan Perempuan Thailand (Unsplash)

INSIBERNEWS - Ratusan perempuan diduga disekap oleh sindikat kriminal asal China sejak Agustus 2024.

Para perempuan ini menjadi korban praktik medis ilegal untuk keuntungan tertentu.

Diduga sindikat kriminal mengambil sel telur dari ratusan perempuan Thailand dengan paksa.

Baca Juga: Raih Keberkahan! Ini Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban 2025

Dilansir INsibernews dari laman The Nation (13/2/2025), pengambilan sel telur secara paksa ini dilakukan tanpa adanya perawatan medis.

Baik sebelum pengambilan sel telur maupun sesudahnya.

Kasus ini kemudian menyoroti perlunya kesadaran global mengenai eksploitasi perempuan.

Baca Juga: Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK hanya Bisa Gaji Pegawai hingga Mei

Karena pengambilan sel telur secara paksa pada perempuan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang serius.

Prosedur ini, yang dikenal sebagai oosit harvesting atau pengambilan oosit, pada dasarnya melibatkan stimulasi ovarium.

Untuk memproduksi lebih banyak sel telur yang kemudian diambil untuk keperluan medis atau penelitian.

Baca Juga: Tok! Muhammadiyah Tetapkan 1 Maret 2025 sebagai Awal Ramadan dan Idul FItri pada 31 Maret 2025

Jika dilakukan secara paksa atau tanpa persetujuan yang jelas, prosedur ini dapat menimbulkan dampak fisik dan psikologis yang merugikan.

Secara fisik, pengambilan sel telur dapat menyebabkan komplikasi seperti pendarahan, infeksi, atau reaksi negatif terhadap obat-obatan stimulasi ovarium yang digunakan dalam proses ini.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X