INSIBERNEWS - Ratusan perempuan diduga disekap oleh sindikat kriminal asal China sejak Agustus 2024.
Para perempuan ini menjadi korban praktik medis ilegal untuk keuntungan tertentu.
Diduga sindikat kriminal mengambil sel telur dari ratusan perempuan Thailand dengan paksa.
Baca Juga: Raih Keberkahan! Ini Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban 2025
Dilansir INsibernews dari laman The Nation (13/2/2025), pengambilan sel telur secara paksa ini dilakukan tanpa adanya perawatan medis.
Baik sebelum pengambilan sel telur maupun sesudahnya.
Kasus ini kemudian menyoroti perlunya kesadaran global mengenai eksploitasi perempuan.
Baca Juga: Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK hanya Bisa Gaji Pegawai hingga Mei
Karena pengambilan sel telur secara paksa pada perempuan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang serius.
Prosedur ini, yang dikenal sebagai oosit harvesting atau pengambilan oosit, pada dasarnya melibatkan stimulasi ovarium.
Untuk memproduksi lebih banyak sel telur yang kemudian diambil untuk keperluan medis atau penelitian.
Baca Juga: Tok! Muhammadiyah Tetapkan 1 Maret 2025 sebagai Awal Ramadan dan Idul FItri pada 31 Maret 2025
Jika dilakukan secara paksa atau tanpa persetujuan yang jelas, prosedur ini dapat menimbulkan dampak fisik dan psikologis yang merugikan.
Secara fisik, pengambilan sel telur dapat menyebabkan komplikasi seperti pendarahan, infeksi, atau reaksi negatif terhadap obat-obatan stimulasi ovarium yang digunakan dalam proses ini.
Artikel Terkait
Zelenskyy Tuduh Putin Manipulasi Trump, Sementara Korban Tewas Tentara Rusia Terus Bertambah
Viral! Aksi Kriminal Geng Rusia yang Diduga Culik Turis WNA di Bali, Hingga Paksa Korban Transfer Kripto Senilai Rp3,4 M!
Warga Korban Penggusuran PT Kristus Raja Maumere di Sikka NTT Dirikan Tenda di Lahan Gusuran
Toyota Supra Hantam Tiang Lampu di Bundaran HI, Pengendara Motor Ikut Jadi Korban
Penggemarnya Tewas Dibunuh Oleh Guru Sendiri, IVE Berduka dan Kirimkan Karangan Bunga Untuk Korban