INSIBERNEWS - Amerika Serikat (AS) menjadi negara perantara dalam persetujuan gencatan senjata antara Israel dan Palestina.
Namun setelah gencatan senjata dilakukan oleh Israel dan Palestina, AS justru ingin membeli dan memiliki Gaza.
Pernyataan mengenai keinginan untuk memiliki Gaza disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: BMKG Kena Pemangkasan Anggaran, Akurasi Informasi Gempa Bumi dan Tsunami Menurun
Dilansir INsibernews dari laman Reuters (11/2/2025), Donald Trump ingin meratakan Gaza dengan tanah.
Setelah itu Donald Trump ingin membangun kembali Gaza.
Selama pembongkaran dan pembangunan tersebut, Donald Trump menyampaikan niatnya untuk bisa membeli dan memiliki Gaza.
Baca Juga: Anies Baswedan Kritik Pembangunan IKN, Nilai Akan Gagal Capai Tujuan Pemerataan
“Saya berkomitmen untuk membeli dan memiliki Gaza selama kita membangunnya kembali,” ungkap Donald Trump.
“Kita mungkin memberikannya kepada negara lain di Timur Tengah untuk membangun beberapa bagian,” lanjutnya.
Gaza, wilayah yang selama ini menjadi titik perebutan antara Israel dan Palestina, kini justru ingin dimiliki oleh AS.
Baca Juga: Prabowo Pangkas Anggaran Kementerian: Demi Makan Rakyat dan Perbaikan Sekolah
Selama bertahun-tahun, Gaza telah menjadi pusat konflik berdarah, dengan kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Donald Trump Akan Batalkan Visa Mahasiswa di AS yang Pro Terhadap Palestina
Presiden AS Donald Trump Akan Deportasi WNA yang Terlibat Aksi Pro Palestina
Keputusan Donald Trump untuk Deportasi WNA yang pro Palestina Menuai Kecaman
Perang Bea Masuk Dimulai! Kanada dan Meksiko Balas Kebijakan Donald Trump Soal Barang Impor
Donald Trump Nyatakan AS Akan Ambil Alih Jalur Gaza dan Ratakan dengan Tanah