Prabowo Pangkas Anggaran Kementerian: Demi Makan Rakyat dan Perbaikan Sekolah

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 10 Februari 2025 | 19:05 WIB
Presiden Prabowo Pangkas Anggaran demi Makan Rakyat dan Perbaikan Sekolah di Indonesia (Foto : Instagram)
Presiden Prabowo Pangkas Anggaran demi Makan Rakyat dan Perbaikan Sekolah di Indonesia (Foto : Instagram)

INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan di balik kebijakan pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga negara. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk memastikan dana negara lebih bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan pendidikan anak-anak Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pembukaan Kongres Ke-XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim International Expo (JIExpo), Surabaya, Senin (10/2/2025).

Baca Juga: Kembali Lakukan Sidak Makan Bergizi Gratis, Berikut Momen Prabowo Kunjungi SDN 1 dan SDN 2 Bogor

"Saya mau menghemat uang, uang itu untuk rakyat, untuk memberi makan, untuk anak-anak rakyat," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar belanja rutin yang tidak berdampak langsung pada rakyat.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Tertibkan Solar Subsidi, Bahlil: Saya Tahu Ini Bakal Ribut!

Selain memastikan rakyat mendapatkan akses pangan yang lebih baik, Prabowo juga menyoroti kondisi sekolah-sekolah di Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 330.000 sekolah yang memerlukan perbaikan, sementara anggaran yang tersedia hanya cukup untuk memperbaiki 20.000 sekolah per tahun.

Baca Juga: Siap Debut Solo Bulan Maret, Yeji ITZY Tampil Unreal di Trailer Video 'AIR', Catat Tanggalnya!

Dengan kondisi tersebut, perbaikan seluruh sekolah bisa memakan waktu puluhan tahun jika tidak ada langkah konkret untuk mengalokasikan dana lebih banyak ke sektor pendidikan.

Melihat kondisi itu, Prabowo memutuskan untuk memangkas anggaran kementerian dan lembaga, terutama pada pos-pos pengeluaran yang dianggap tidak penting dan cenderung mubazir. Ia ingin memastikan bahwa dana negara tidak terbuang sia-sia dan tidak menjadi celah bagi praktik korupsi.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Geledah Kantor Ditjen Migas, Kasus Apa?

"Saya melakukan penghematan, saya ingin pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, pengeluaran mubazir, pengeluaran yang jadi alasan untuk nyolong, saya ingin dihentikan dan dibersihkan," tegasnya.

Baca Juga: Sindir Soal Dugaan Korupsi, Mantan Pegawai PT Timah Wenny Sebut Ada Kasus yang Dilindungi KPK

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X