INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa proses hukum yang mereka lakukan dalam mengusut dugaan korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tidak akan berbenturan dengan penyelidikan yang juga tengah dilakukan oleh Polri.
Seperti diketahui, Polri melalui Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipikor) juga tengah mendalami kasus serupa.
Baca Juga: Megawati Cetak 24 Poin, Red Sparks Tetap Takluk dari Pink Spiders
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, memastikan bahwa kedua institusi memiliki fokus yang berbeda dalam kasus ini. “Untuk debiturnya tidak berbenturan,” ujar Tessa saat dikonfirmasi, Minggu (2/2/2025).
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada komunikasi khusus antara KPK dan Polri terkait penanganan kasus ini, mengingat masing-masing memiliki objek penyelidikan tersendiri.
Baca Juga: DeepSeek Jadi Sorotan, Dikhawatirkan Sebabkan Kebocoran Data ke Pemerintah China
“Tidak ada pelimpahan kasus dari Polri ke KPK karena tidak sama debiturnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kortastipikor Polri diketahui tengah mengusut dugaan penyimpangan dalam proses pembiayaan di LPEI untuk periode 2012-2016.
Kakortastipikor Polri, Irjen Cahyono Wibowo, menjelaskan bahwa penyelidikan ini bermula dari temuan adanya penyaluran dana yang tidak sesuai peruntukannya. Hal ini membuka dugaan adanya korupsi yang merugikan keuangan negara.
Baca Juga: Google Bikin Heboh Usai Salah Tampilkan Kurs Dollar ke Rupiah Jadi Rp8,170, Apa Dampaknya?
Di sisi lain, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit di LPEI. Para tersangka juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri guna kepentingan penyidikan.
Lembaga Antirasuah memperkirakan kerugian negara akibat kasus ini mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp1 triliun.
Baca Juga: Perang Saudara Memanas di Khartoum, 56 Tewas dalam Serangan Artileri di Pasar Omdurman
Dengan adanya dua institusi hukum yang bergerak dalam pengusutan korupsi LPEI, publik berharap kasus ini bisa segera diungkap secara terang benderang.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut Mobil Dinas Kemenhan yang Berakhir Damai Dinilai Ada Relasi Kuasa Tak Imbang
Cek Kesehatan Mental Gratis Segera Hadir Februari Mendatang! Begini Cara Daftarnya
SPAI Desak Kemnaker! Pengemudi Ojol Harus Dapat THR, Jangan Cuma Omong Kosong
Kecelakaan Bus Brimob di Tol Pasuruan, Dua Orang Tewas Dan Lima Dirawat di RSSA
Hubungan Makin Erat! Indonesia Bakal Latihan Militer WEST-2025 Bareng Rusia
Menteri Luar Negeri Arab Tolak Usulan Trump Soal Relokasi Warga Palestina ke Mesir dan Yordania
Perang Saudara Memanas di Khartoum, 56 Tewas dalam Serangan Artileri di Pasar Omdurman
Google Bikin Heboh Usai Salah Tampilkan Kurs Dollar ke Rupiah Jadi Rp8,170, Apa Dampaknya?
DeepSeek Jadi Sorotan, Dikhawatirkan Sebabkan Kebocoran Data ke Pemerintah China
Sejalan dengan Inisiatif BRI, Sosok Peraih Nobel Ekonomi Paul Romer sebut UMKM Butuh Ekosistem Kuat di BRI Microfinance Outlook 2025