INSIBERNEWS - Pemerintah bersiap meluncurkan program skrining kesehatan mental gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa program ini akan mulai dijalankan dalam waktu dekat, dengan akses mudah melalui aplikasi SATUSEHAT.
Budi mengajak masyarakat untuk segera mengunduh aplikasi tersebut agar dapat melakukan pendaftaran dan memilih fasilitas kesehatan serta jadwal pemeriksaan. Hasil tes nantinya juga akan dikirim secara digital melalui aplikasi ini.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Mobil Dinas Kemenhan yang Berakhir Damai Dinilai Ada Relasi Kuasa Tak Imbang
Program ini mencakup dua kelompok utama, yaitu usia sekolah dan non-sekolah. Bagi anak sekolah, pemeriksaan akan dilakukan langsung di lingkungan sekolah setiap awal tahun ajaran baru.
Sementara itu, bagi masyarakat di luar usia sekolah—baik yang lebih muda maupun lebih tua, skrining bisa dilakukan secara mandiri dengan mendaftar melalui aplikasi SATUSEHAT dan memilih puskesmas atau klinik yang tersedia. Pemerintah telah menyiapkan 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik swasta di seluruh Indonesia untuk mendukung program ini.
Baca Juga: Keputusan Donald Trump untuk Deportasi WNA yang pro Palestina Menuai Kecaman
Ada sistem unik dalam pelaksanaan skrining bagi masyarakat non-sekolah. Pemeriksaan akan dilakukan berdasarkan tanggal ulang tahun peserta, ditambah satu bulan. Artinya, seseorang yang berulang tahun pada Januari hingga Maret, misalnya, bisa menjalani skrining hingga April.
Prosesnya pun sederhana, cukup datang ke fasilitas kesehatan yang dipilih dengan membawa KTP. Saat pemeriksaan, peserta akan diminta mengisi kuesioner yang dirancang untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan mental.
Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Akan Deportasi WNA yang Terlibat Aksi Pro Palestina
Menkes menegaskan bahwa ini adalah salah satu program kesehatan mental terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia, dengan target cakupan hingga 280 juta penduduk. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Presiden dan kepala daerah untuk menetapkan tanggal resmi peluncuran.
"Saya sudah mendapat jadwal untuk berdiskusi dengan Presiden minggu depan agar kita bisa menentukan waktu yang tepat. Karena ini akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia, koordinasi dengan kepala daerah sangat penting," ujar Budi.
Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Akan Rekrut Warga Sipil untuk Menjadi Tentara Siber
Tingginya angka gangguan kesehatan mental di Indonesia menjadi alasan utama diadakannya program ini. Berdasarkan survei Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022, sebanyak 34,9% atau sekitar 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.
Dengan adanya program skrining ini, diharapkan lebih banyak orang bisa mendapatkan deteksi dini dan penanganan yang tepat untuk kesehatan mental mereka.
Artikel Terkait
BRI Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham, Karyawan dan Manajemen Jadi Prioritas
Bulog Dapat Rp39 Triliun untuk Serap Beras Petani, Zulhas: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Beli!
Pesawat Learjet 55 Jatuh di Philadelphia, Enam Penumpang Tewas dan Warga Alami Luka-luka
Bikin Geger! Tiba-tiba Kurs Dollar AS Terjun Bebas Jadi Rp8.170 di Google, Apakah Akurat?
BI Koordinasikan dengan Google Terkait Kurs Dollar AS yang Tidak Sesuai dan Membuat Geger
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Akan Rekrut Warga Sipil untuk Menjadi Tentara Siber
Donald Trump Akan Batalkan Visa Mahasiswa di AS yang Pro Terhadap Palestina
Presiden AS Donald Trump Akan Deportasi WNA yang Terlibat Aksi Pro Palestina
Keputusan Donald Trump untuk Deportasi WNA yang pro Palestina Menuai Kecaman
Kecelakaan Maut Mobil Dinas Kemenhan yang Berakhir Damai Dinilai Ada Relasi Kuasa Tak Imbang