Filipina Tantang Tiongkok Soal Rudal Typhon
INSIBERNEWS - Filipina baru-baru ini menjadi pusat perhatian dunia setelah Presiden Ferdinand Marcos Jr. memberikan komentar tajam terkait kritik yang dilontarkan oleh Tiongkok atas keberadaan sistem rudal Typhon di negara tersebut.
Pada Kamis, 30/01/2025, dalam sebuah wawancara mendalam, Marcos menanggapi reaksi keras Beijing yang meminta agar sistem rudal canggih milik Amerika Serikat itu segera ditarik dari wilayah Filipina. Namun, Marcos tampaknya tidak terpengaruh oleh permintaan Tiongkok dan memberikan sebuah pernyataan yang mengejutkan.
Tanggapan Marcos: “Berhenti Mengganggu Warga Filipina, Baru Typhon Bisa Pergi!”
Dengan tegas, Presiden Marcos menyatakan bahwa jika Tiongkok ingin sistem rudal Typhon milik AS itu keluar dari “bagian dunia” mereka, mereka harus terlebih dahulu menghentikan tindakan provokatif di Laut Filipina Barat. "Kami tidak mengerti mengapa mereka begitu khawatir soal rudal kami, sementara mereka sendiri memiliki persenjataan yang jauh lebih kuat," ujar Marcos di sela-sela kunjungannya ke Bandara Mactan di Cebu.
Marcos bahkan memberikan solusi yang sangat jelas kepada Tiongkok. “Jika mereka berhenti mengklaim wilayah kami, mengganggu nelayan kami, atau menembakkan laser ke arah kami, saya akan mempertimbangkan untuk menarik kembali rudal Typhon,” tambahnya dengan tegas. Sungguh sebuah tawaran yang menantang!
Rudal Typhon dan Ketegangan Geopolitik di Laut Filipina Barat
Keberadaan sistem rudal Typhon di Filipina telah menambah ketegangan dengan Tiongkok, yang terus memperluas pengaruhnya di Laut Filipina Barat. Sistem ini pertama kali ditempatkan di Filipina pada tahun 2024 untuk latihan militer gabungan dengan AS. Meskipun diperkirakan akan ditarik pada September 2024, Typhon tetap berada di Filipina, memicu protes keras dari Beijing yang menuduh Manila justru menciptakan ketegangan baru di kawasan tersebut.
Namun, Marcos dengan tegas menolak untuk menanggapi tudingan tersebut tanpa mengesampingkan kenyataan bahwa Tiongkok sendiri tengah memperkuat kemampuan militernya. Laporan Pentagon pada Desember 2024 mencatat bahwa Tiongkok terus memperluas kemampuan rudalnya, termasuk hulu ledak nuklir dan rudal presisi yang dapat menyerang sasaran jauh di luar kawasan Indo-Pasifik.
Tiongkok dan Tuntutan Menghentikan Penggunaan Rudal Typhon
Dalam beberapa bulan terakhir, Tiongkok semakin mendesak Filipina untuk menarik sistem rudal ini, mengklaim bahwa keberadaannya akan memicu perlombaan senjata di kawasan tersebut. Namun, bagi Filipina, hal ini lebih dari sekadar masalah militer—ini adalah soal kedaulatan. Filipina merasa hak mereka untuk mempertahankan wilayah di Laut Filipina Barat, yang juga diperebutkan oleh Tiongkok, harus dihormati.
Insiden yang melibatkan tindakan agresif dari penjaga pantai Tiongkok di kawasan ini—seperti tabrakan dengan kapal militer Filipina dan penggunaan meriam air terhadap nelayan—menambah ketegangan. Marcos bahkan menyebut bahwa jika Tiongkok terus melakukan tindakan semacam ini, hubungan bilateral yang sudah rapuh antara kedua negara bisa semakin sulit untuk dipertahankan.
Baca Juga: Tesla Gugat Uni Eropa! Tarif Tambahan 35,3% Bikin Panas, BMW & BYD Ikut Melawan?
Artikel Terkait
AI China DeepSeek Bikin Nasdaq Anjlok! Nvidia Kehilangan Rekor $593 Miliar, AI Murah China Menjadi Ancaman Terbesar!
DeepSeek AI China Bikin Panik AS! Trump & Gedung Putih Siap Perang Teknologi Demi Kuasai Kecerdasan Buatan?
DeepSeek AI China Ganggu Dominasi Nvidia Sampai Kehilangan $593 Miliar dalam Sehari, Saham Teknologi AS Terjun Terparah dalam Sejarah! Apa Dampaknya?
Gara-Gara Deepseek AI Cina, Perplexity AI Ajukan Proposal Merger dengan TikTok US: Pemerintah AS Bisa Miliki Hingga 50% Saham, Begini Dampaknya!
Alibaba Rilis Qwen, Tantang DeepSeek dan GPT-4 di Kancah AI
Jutaan Data Sensitif DeepSeek AI Asal Tiongkok Terekspos ke Internet! Perusahaan Keamanan Siber Temukan Kebocoran Data Besar-Besaran di Perusahaan AI
Vatikan Peringatkan Bahaya AI: 'Bayangan Kejahatan' di Balik Kemampuan Teknologi Menyebarkan Informasi Palsu dan Misinformasi
DeepSeek Salip ChatGPT di App Store: AI Cina Dengan Biaya Rendah Mengguncang Pasar AS dan Memicu Debat Besar tentang Masa Depan Teknologi
DeepSeek Gegerkan Dunia! Startup AI Murah dari China Diklaim Mengancam Hingga Kalahkan ChatGPT Sang Raksasa Teknologi, Saham Teknologi AS Turun Jauh!
Perusahaan AI Cina DeepSeek Mengalami Serangan Siber Besar-Besaran, Diduga Berasal dari AS, Apakah Ini Awal Ketegangan Baru antara China dan AS?