Ketegangan Laut Filipina Barat Memanas: Presiden Filipina Marcos Jr Tegaskan Untuk Hentikan Gangguan di Laut Filipina Barat, Baru Rudal Typhon Ditarik

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 31 Januari 2025 | 09:47 WIB
Presiden Filipina Tantang China! Syarat Untuk Tarik Rudal Typhon dari Filipina (RTVM)
Presiden Filipina Tantang China! Syarat Untuk Tarik Rudal Typhon dari Filipina (RTVM)

Filipina Tantang Tiongkok Soal Rudal Typhon

INSIBERNEWS - Filipina baru-baru ini menjadi pusat perhatian dunia setelah Presiden Ferdinand Marcos Jr. memberikan komentar tajam terkait kritik yang dilontarkan oleh Tiongkok atas keberadaan sistem rudal Typhon di negara tersebut.

Pada Kamis, 30/01/2025, dalam sebuah wawancara mendalam, Marcos menanggapi reaksi keras Beijing yang meminta agar sistem rudal canggih milik Amerika Serikat itu segera ditarik dari wilayah Filipina. Namun, Marcos tampaknya tidak terpengaruh oleh permintaan Tiongkok dan memberikan sebuah pernyataan yang mengejutkan.

Tanggapan Marcos: “Berhenti Mengganggu Warga Filipina, Baru Typhon Bisa Pergi!”

Dengan tegas, Presiden Marcos menyatakan bahwa jika Tiongkok ingin sistem rudal Typhon milik AS itu keluar dari “bagian dunia” mereka, mereka harus terlebih dahulu menghentikan tindakan provokatif di Laut Filipina Barat. "Kami tidak mengerti mengapa mereka begitu khawatir soal rudal kami, sementara mereka sendiri memiliki persenjataan yang jauh lebih kuat," ujar Marcos di sela-sela kunjungannya ke Bandara Mactan di Cebu.

Marcos bahkan memberikan solusi yang sangat jelas kepada Tiongkok. “Jika mereka berhenti mengklaim wilayah kami, mengganggu nelayan kami, atau menembakkan laser ke arah kami, saya akan mempertimbangkan untuk menarik kembali rudal Typhon,” tambahnya dengan tegas. Sungguh sebuah tawaran yang menantang!

 Baca Juga: Viral! Ketua RT Kena Gampar saat Bagikan Bantuan! Warga Ngamuk Gara-Gara Hanya Dapat Mie Instan dan Daging Kaleng, Terlalu Sedikit?

Rudal Typhon dan Ketegangan Geopolitik di Laut Filipina Barat

Keberadaan sistem rudal Typhon di Filipina telah menambah ketegangan dengan Tiongkok, yang terus memperluas pengaruhnya di Laut Filipina Barat. Sistem ini pertama kali ditempatkan di Filipina pada tahun 2024 untuk latihan militer gabungan dengan AS. Meskipun diperkirakan akan ditarik pada September 2024, Typhon tetap berada di Filipina, memicu protes keras dari Beijing yang menuduh Manila justru menciptakan ketegangan baru di kawasan tersebut.

Namun, Marcos dengan tegas menolak untuk menanggapi tudingan tersebut tanpa mengesampingkan kenyataan bahwa Tiongkok sendiri tengah memperkuat kemampuan militernya. Laporan Pentagon pada Desember 2024 mencatat bahwa Tiongkok terus memperluas kemampuan rudalnya, termasuk hulu ledak nuklir dan rudal presisi yang dapat menyerang sasaran jauh di luar kawasan Indo-Pasifik.

Tiongkok dan Tuntutan Menghentikan Penggunaan Rudal Typhon

Dalam beberapa bulan terakhir, Tiongkok semakin mendesak Filipina untuk menarik sistem rudal ini, mengklaim bahwa keberadaannya akan memicu perlombaan senjata di kawasan tersebut. Namun, bagi Filipina, hal ini lebih dari sekadar masalah militer—ini adalah soal kedaulatan. Filipina merasa hak mereka untuk mempertahankan wilayah di Laut Filipina Barat, yang juga diperebutkan oleh Tiongkok, harus dihormati.

Insiden yang melibatkan tindakan agresif dari penjaga pantai Tiongkok di kawasan ini—seperti tabrakan dengan kapal militer Filipina dan penggunaan meriam air terhadap nelayan—menambah ketegangan. Marcos bahkan menyebut bahwa jika Tiongkok terus melakukan tindakan semacam ini, hubungan bilateral yang sudah rapuh antara kedua negara bisa semakin sulit untuk dipertahankan.

 Baca Juga: Tesla Gugat Uni Eropa! Tarif Tambahan 35,3% Bikin Panas, BMW & BYD Ikut Melawan?

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X