INSIBERNEWS - Perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) asal Cina, DeepSeek, mengumumkan bahwa mereka telah menjadi sasaran serangan siber besar-besaran yang menyebabkan gangguan pada layanannya. Perusahaan tersebut menyatakan pada Selasa (28/01/2025) bahwa mereka telah membatasi sementara pendaftaran pengguna baru untuk mengatasi dampak dari serangan tersebut.
Laporan media Cina pada Rabu (29/01/2025) mengungkapkan bahwa para pakar di Cina percaya bahwa serangan tersebut berasal dari alamat IP yang berbasis di Amerika Serikat. Serangan tersebut diduga dimulai pada 3 Januari 2025, namun intensitasnya meningkat tajam mulai 27 Januari dan berlanjut hingga 28 Januari, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan para pihak terkait.
AI Generatif DeepSeek dan Potensi Ketegangan Geopolitik
DeepSeek, yang terkenal dengan pengembangan model AI generatif berbiaya rendah, telah menarik perhatian global. Kemajuan teknologi perusahaan ini diyakini bisa menambah ketegangan dalam hubungan internasional, khususnya antara Amerika Serikat dan Cina. Keberhasilan DeepSeek dalam menciptakan AI generatif yang efisien dan terjangkau memicu persaingan sengit dalam bidang kecerdasan buatan, sebuah sektor yang semakin strategis dalam geopolitik global.
Penyelidikan Keamanan oleh Gedung Putih
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Selasa (28/01/2025) mengonfirmasi bahwa Dewan Keamanan Nasional AS tengah menyelidiki potensi implikasi keamanan terkait perkembangan terbaru dalam kecerdasan buatan yang dilakukan oleh DeepSeek. Para pejabat AS semakin memperhatikan risikonya, terutama terkait dengan potensi ancaman terhadap keamanan siber dan data.
OpenAI Ikut Terlibat dalam Penyidikan
Di sisi lain, OpenAI, perusahaan pengembang chatbot AI terkenal, ChatGPT, dilaporkan sedang menyelidiki tuduhan bahwa sejumlah individu yang terkait dengan DeepSeek diduga telah memperoleh data dalam jumlah besar menggunakan teknologi milik perusahaan AS tersebut secara tidak sah. Penyelidikan ini berfokus pada kemungkinan pelanggaran terkait pengumpulan dan penggunaan data tanpa izin.
Serangan siber ini menambah ketegangan yang sudah ada di dunia teknologi dan politik, di tengah persaingan ketat antara negara-negara besar dalam hal kecerdasan buatan dan keamanan siber.
Artikel Terkait
Proyek AI Agent Potensial yang Mendapat Dukungan Binance Labs: Peluang Besar di Masa Depan
AI China DeepSeek Bikin Nasdaq Anjlok! Nvidia Kehilangan Rekor $593 Miliar, AI Murah China Menjadi Ancaman Terbesar!
DeepSeek AI China Bikin Panik AS! Trump & Gedung Putih Siap Perang Teknologi Demi Kuasai Kecerdasan Buatan?
DeepSeek AI China Ganggu Dominasi Nvidia Sampai Kehilangan $593 Miliar dalam Sehari, Saham Teknologi AS Terjun Terparah dalam Sejarah! Apa Dampaknya?
Gara-Gara Deepseek AI Cina, Perplexity AI Ajukan Proposal Merger dengan TikTok US: Pemerintah AS Bisa Miliki Hingga 50% Saham, Begini Dampaknya!
Alibaba Rilis Qwen, Tantang DeepSeek dan GPT-4 di Kancah AI
Jutaan Data Sensitif DeepSeek AI Asal Tiongkok Terekspos ke Internet! Perusahaan Keamanan Siber Temukan Kebocoran Data Besar-Besaran di Perusahaan AI
Vatikan Peringatkan Bahaya AI: 'Bayangan Kejahatan' di Balik Kemampuan Teknologi Menyebarkan Informasi Palsu dan Misinformasi
DeepSeek Salip ChatGPT di App Store: AI Cina Dengan Biaya Rendah Mengguncang Pasar AS dan Memicu Debat Besar tentang Masa Depan Teknologi
DeepSeek Gegerkan Dunia! Startup AI Murah dari China Diklaim Mengancam Hingga Kalahkan ChatGPT Sang Raksasa Teknologi, Saham Teknologi AS Turun Jauh!