Viral! Ketua RT Kena Gampar saat Bagikan Bantuan! Warga Ngamuk Gara-Gara Hanya Dapat Mie Instan dan Daging Kaleng, Terlalu Sedikit?

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 31 Januari 2025 | 09:33 WIB
Ketua RT Digampar Warga Gegara Bantuan Banjir Terlalu Sedikit (X / @kutilangku43880)
Ketua RT Digampar Warga Gegara Bantuan Banjir Terlalu Sedikit (X / @kutilangku43880)

INSIBERNEWS - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan momen mengejutkan ketika seorang Ketua RT di Dusun Menjalin Tengah, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, digampar oleh warganya sendiri. Kejadian ini bikin heboh dan memicu perdebatan di dunia maya.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (24/1/2025), saat Ketua RT yang sudah berusia baya tersebut tengah membagikan bantuan untuk korban banjir. Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berbaju jingga marah-marah kepada Ketua RT yang mengenakan baju biru dan topi. Ketua RT itu terlihat santai, bahkan masih sempat menghisap rokok sambil memegangi perahu kecil berisi bantuan.

Namun, suasana berubah panas ketika pria berbaju jingga itu tiba-tiba melayangkan tamparan keras ke wajah Ketua RT! Bukannya membalas atau marah, Ketua RT justru tetap tenang. Sejumlah warga lainnya terlihat mengerumuni mereka, memperparah ketegangan di lokasi kejadian.

 Baca Juga: Tesla Gugat Uni Eropa! Tarif Tambahan 35,3% Bikin Panas, BMW & BYD Ikut Melawan?

Warga Kecewa, Bantuan Dianggap Terlalu Sedikit

Kepala Desa Menjalin, Servasius, menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap jumlah bantuan yang diterima. Mereka merasa bantuan yang diberikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama banjir.

"Saat itu relawan bersama Ketua RT membagikan bantuan berupa enam bungkus mie instan dan satu kotak daging sapi instan dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Landak," ujar Servasius pada Rabu (29/1/2025).

Sayangnya, salah satu warga tidak terima dengan jumlah bantuan yang diberikan. Ia merasa jatah tersebut terlalu sedikit, hingga akhirnya meluapkan kekesalannya dengan memukul Ketua RT.

"Sebelumnya, tidak ada warga lain yang protes. Hanya satu orang itu saja yang merasa keberatan dan akhirnya bertindak agresif," tambah Servasius.

Saat ini, bantuan yang belum dibagikan masih disimpan di kantor desa. Pihak desa berencana menunggu tambahan bantuan lain agar jumlahnya lebih banyak sebelum kembali didistribusikan ke warga terdampak banjir.

Banjir Rendam Enam Dusun, Bantuan Masih Terbatas

Banjir yang melanda Desa Menjalin ini memang cukup parah. Dari tujuh dusun yang ada, enam di antaranya terendam akibat hujan deras yang turun di daerah hulu, tepatnya di Kecamatan Menyuke, Landak.

Sayangnya, jumlah bantuan yang tersedia masih sangat terbatas, sementara warga sangat membutuhkan pasokan makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya. Kejadian ini pun menjadi pengingat betapa pentingnya koordinasi yang baik dalam penyaluran bantuan, agar tidak terjadi ketegangan di lapangan.

 Baca Juga: Kim Jong Un Periksa Fasilitas Nuklir: Konfrontasi Jangka Panjang dengan Negara-negara Barat Semakin Dekat!

Pelajaran dari Insiden Ini

Insiden Ketua RT digampar ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Di satu sisi, warga yang terdampak bencana tentu membutuhkan bantuan yang memadai. Namun, di sisi lain, penting juga bagi masyarakat untuk tetap bersikap sabar dan menghargai usaha para relawan dan perangkat desa dalam menyalurkan bantuan.

Semoga ke depannya, bantuan untuk korban banjir bisa lebih banyak dan merata, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X