INSIBERNEWS - Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) menembak migran Indonesia di perairannya.
Penembakan yang dilakukan oleh Malaysia dilakukan kepada 5 orang migran Indonesia.
Akibat penembakan yang dilakukan pihak Malaysia ini, 1 orang migran Indonesia tewas dan 1 orang kritis.
Sedangkan 3 pekerja migran Indonesia lainnya mengalami luka dan dirawat di rumah sakit di Malaysia.
Namun dari kasus ini terdapat perbedaan kronologi dari dua pihak.
Yaitu dari pihak Malaysia dan dari pihak pekerja migran yang mendapat serangan tembakan.
Baca Juga: Tesla Gugat Uni Eropa! Tarif Tambahan 35,3% Bikin Panas, BMW & BYD Ikut Melawan?
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (30/1/2025), berikut adalah beda versi kronologi dari pihak Malaysia dengan pekerja migran.
Versi Pemerintah Malaysia:
- Para pekerja migran Indonesia sempat menabrak kapal APMM sampai empat kali.
- Para pekerja migran mencoba menyerang APΜΜ menggunakan parang.
Baca Juga: Cara Mengenali Rip Current, Arus yang Menyeret Belasan Siswa SMP7 Mojokerto hingga Merenggut Nyawa
Versi Pekerja Migran:
- Tidak ada perlawanan dengan senjata tajam dari WNI terhadap aparat APMM.
Diketahui bahwa penembakan terjadi pada Jumat (24/1/2025), di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.
Artikel Terkait
Empat Pelaku Penembakan di Tol Tangerang-Merak Ditangkap, Diduga Libatkan Anggota TNI
Kapolda Banten Tegaskan Kapolsek Cinangka Disanksi Berat Terkait Kasus Penembakan Bos Rental
Tiga Oknum TNI AL Ditetapkan Tersangka Kasus Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak
TNI Klaim Adanya Pengeroyokan pada Kasus Penembakan di Rest Area, Anak Bos Rental Mobil Bantah!
Polisi Tak Benarkan Ada Pengeroyokan pada Anggota TNI di Kasus Penembakan Bos Rental Mobil di Rest Area