Cara Mengenali Rip Current, Arus yang Menyeret Belasan Siswa SMP7 Mojokerto hingga Merenggut Nyawa

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Kamis, 30 Januari 2025 | 17:03 WIB
Mendeteksi adanya Rip current di pantai bisa dilihat dari sejumlah ciri-ciri (Akun X @zakiberkata)
Mendeteksi adanya Rip current di pantai bisa dilihat dari sejumlah ciri-ciri (Akun X @zakiberkata)

INSIBERNEWS - Akibat adanya tragedi siswa SMP 7 Mojokerto yang terseret ombak hingga tewas, publik bertanya-tanya apa penyebabnya.

Diduga belasan siswa SMP 7 Mojokerto yang ter gelam terbawa ombak disebabkan karena mereka berenang di area RIP Current.

Dilansir INsibernews dari akun X @zakiberkata (30/1/2025), Rip Current merupakan arus air yang mengalir kembali ke laut dari garis pantai.

Baca Juga: Filipina Rilis Komik Lawan Propaganda Cina Menjadi Senjata Baru dalam Perang Informasi Laut Cina Selatan! Karakter Utamanya Mirip Presiden Marcos Jr.?

Arus ini tidak menarik orang ke bawah, tetapi menyeret orang menjauh dari bibir pantai hingga orang yang terseret tenggelam karena kelelahan.

Salah satu cara untuk mengenali keberadaan RIP current adalah dengan mengamati area di antara ombak yang pecah.

Biasanya, Anda akan melihat celah atau saluran sempit di antara gelombang-gelombang besar yang pecah.

Baca Juga: Putin Tolak Zelenskyy dalam Perundingan Damai! Perang Rusia-Ukraina Makin Memanas, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Di area ini, air laut terlihat lebih tenang dibandingkan dengan area sekitar yang bergelombang.

Selain itu, warna air di sekitar celah ini sering kali berbeda, biasanya lebih gelap atau lebih biru, karena kedalaman air di sana lebih dalam dibandingkan dengan bagian pantai lainnya.

Celah ini menjadi saluran bagi arus rip yang mengalir kuat ke laut.

Baca Juga: AS Dukung Israel Tutup UNRWA! Keputusan Donald Trump Picu Kontroversi di PBB, Nasib Pengungsi Palestina Terancam?

Karena kekuatannya, arus ini bisa dengan mudah menyeret orang yang berada di dekatnya.

Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak berenang terlalu dekat dengan area ini, terutama jika tidak ada pengawasan atau tanda peringatan dari penjaga pantai.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X