INSIBERNEWS - Kelompok Palestina, Hamas, dikabarkan tengah berdiskusi dengan Mesir mengenai kemungkinan pembentukan pemerintahan persatuan nasional di Jalur Gaza.
Pertemuan ini berlangsung di Kairo pada Selasa (28/1), di mana delegasi Hamas bertemu dengan Kepala Intelijen Mesir, Hassan Rashad.
Baca Juga: Ramalan Cuaca Hari Ini! Daerah Jakarta Dan Sekitarnya Siap Siaga Hujan Seharian
Pembicaraan tersebut tidak hanya membahas pemerintahan Gaza pascaperang, tetapi juga menyoroti implementasi gencatan senjata serta potensi pertukaran tahanan dengan Israel.
Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan pentingnya memastikan Israel mematuhi semua ketentuan gencatan senjata tanpa hambatan. Pasalnya, masih ada berbagai pelanggaran yang terjadi, dan Hamas menuntut agar kesepakatan yang telah dibuat benar-benar dijalankan tanpa penundaan.
Baca Juga: Resep Cookies Keju Honey Butter Renyah dengan Topping Modern untuk Lebaran 2025
Selain itu, diskusi juga mencakup upaya untuk membangun kembali sistem pemerintahan di Palestina, termasuk kemungkinan pembentukan pemerintahan persatuan atau komite pendukung masyarakat yang bisa berperan dalam mengelola Gaza.
Namun, tidak semua pihak sepakat dengan rencana ini. Israel dengan tegas menolak keterlibatan Hamas maupun Otoritas Palestina dalam pemerintahan Gaza pascaperang.
Baca Juga: Resep Cookies Keju Aesthetic untuk Lebaran 2025 yang Berkesan
Di sisi lain, rakyat Palestina justru menolak campur tangan asing dalam urusan internal mereka, memperumit situasi politik yang sudah tegang.
Pada awal Januari lalu, Hamas sempat mengajak Fatah kelompok politik yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas untuk ikut berpartisipasi dalam pembentukan komite yang bertugas mengelola Gaza. Hingga kini, belum ada kesepakatan final mengenai format pemerintahan yang akan diterapkan di wilayah tersebut.
Sementara itu, fase pertama gencatan senjata yang berlangsung sejak 19 Januari diharapkan bisa meredam eskalasi konflik yang telah menewaskan lebih dari 47.300 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak.
Selain itu, lebih dari 11.000 orang dilaporkan hilang akibat serangan Israel yang juga menghancurkan infrastruktur Gaza, menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin parah.
Artikel Terkait
Tegas! Yordania dan Mesir Tolak Usul Donald Trump untuk Pindahkan Warga Gaza, Ini Alasannya
DPR Usul Moge Boleh Masuk Jalan Tol Supaya Pendapatan Negara Bertambah
Sudah Tahu? Ternyata Ada Jenis Motor yang Boleh Masuk Jalan Tol, Apa Saja?
Cara Membuat Combro Pedas yang Renyah di Luar, Lembut di Dalam, Resep Paling Lezat!
Resep Minuman Susu Jahe Hangat yang Bikin Badan Sehat di Musim Hujan, Wajib Coba!
AI China DeepSeek Bikin Nasdaq Anjlok! Nvidia Kehilangan Rekor $593 Miliar, AI Murah China Menjadi Ancaman Terbesar!
Warna dan Makanan Feng Shui ini dipercaya Bisa Membawa Keberuntungan di Tahun 2025, Cek Apakah Kamu Termasuk Orang Yang Beruntung?
BGN Rekomendasikan Serangga sebagai Menu MBG, Dokter Spesialis Gizi Nilai Perlu Dikaji Ulang
7 Ide Taman Halaman Belakang Minimalis untuk Rumah Mungil yang Penuh Gaya
Menu Serangga dan Ulat untuk MBG Jadi Kontroversi, Ahli Gizi Nilai Tidak Etis dan Dapat Merusak Selera Anak
Ramalan Cuaca Hari Ini! Daerah Jakarta Dan Sekitarnya Siap Siaga Hujan Seharian