INSIBERNEWS - Amerika Serikat akhirnya memutuskan untuk menarik diri dari keanggotaan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan ini diambil oleh Presiden Donald Trump setelah resmi dilantik pada Senin, 20 Januari 2025.
Meskipun keputusan ini mengundang banyak kontroversi, reaksi terhadap langkah ini terus bermunculan, salah satunya dari mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, yang memberikan pandangan mendalam mengenai langkah yang diambil oleh AS.
Baca Juga: Donald Trump Resmi Keluarkan AS dari WHO, Keputusan Yang Picu Pro dan Kontra
Prof. Tjandra mengungkapkan bahwa meskipun keputusan tersebut sudah diumumkan, implementasi dari keputusan ini masih perlu waktu untuk benar-benar dilaksanakan.
“Dulu, pernah ada informasi yang menyebutkan bahwa prosesnya bisa memakan waktu satu tahun, namun situasinya mungkin berbeda kali ini,” kata Prof. Tjandra, Selasa, 21 Januari 2025.
Baca Juga: BYD dan Grab Berkolaborasi, Hadirkan 50.000 Mobil Listrik di Asia Tenggara
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun keputusan sudah diambil, proses realisasi kebijakan tersebut tidak akan instan dan perlu waktu yang cukup untuk menyelesaikan administrasi yang ada.
Namun, yang lebih dikhawatirkan adalah dampak keputusan ini terhadap kesehatan masyarakat Amerika Serikat. Prof. Tjandra menyatakan, dampak dari penarikan AS dari WHO tentu sudah dikaji oleh pihak pemerintah AS.
Baca Juga: Didampingi 12 Kuasa Hukum, Hasto Kristiyanto Siap Hadapi Sidang Praperadilan
Mengingat besarnya populasi AS yang tersebar di seluruh dunia, keputusan ini diyakini akan membawa dampak signifikan dalam hal pengawasan kesehatan internasional.
“Dengan jumlah penduduk AS yang besar dan mobilitasnya yang tinggi, dampaknya akan sangat besar dalam hal pengawasan perjalanan kesehatan internasional,” ujarnya.
Baca Juga: ART di Jakarta Curi Rp315 Juta, Polisi Buru Pelaku Hingga Ke Lampung
Amerika Serikat, kata Prof. Tjandra, memiliki jaringan pusat kajian kesehatan yang terkenal, seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan National Institutes of Health (NIH), yang berperan penting dalam kesehatan global.
Oleh karena itu, peran organisasi-organisasi ini perlu diperhatikan lebih lanjut setelah AS keluar dari WHO. Selain itu, masih banyak pakar kesehatan AS yang turut berperan aktif dalam upaya kesehatan global, baik dalam kerja sama dengan WHO ataupun di lembaga internasional lainnya.
Artikel Terkait
Biodata Universitas Sam Ratulangi, Juara Universitas Terbaik di Manado Sulawesi Utara
Ranking 1 di Mataram, Ini Profil Universitas Mataram yang Berdiri Tahun 1962
Manado Punya 6 Universitas Terbaik, Apakah Kampusmu Termasuk? Cek Sekarang Juga!
Ada Universitas Mataram? Ini 10 Universitas Terbaik yang Ada di Mataram Nusa Tenggara Barat
Profil Universitas Kadiri, Masuk Daftar Universitas Terbaik di Kediri Versi UniRank
Ini Biodata Universitas Muhammadiyah Kendari: Peringkat 2 Universitas Terbaik di Kendari
Harga Emas Antam Naik Rp6.000, Berikut Daftar Terbaru Per-Pecahan
ART di Jakarta Curi Rp315 Juta, Polisi Buru Pelaku Hingga Ke Lampung
Didampingi 12 Kuasa Hukum, Hasto Kristiyanto Siap Hadapi Sidang Praperadilan
Donald Trump Resmi Keluarkan AS dari WHO, Keputusan Yang Picu Pro dan Kontra