INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menarik negaranya dari keanggotaan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Keputusan kontroversial ini diumumkan pada hari pelantikannya sebagai presiden, Senin (20/1/2025) waktu setempat, dan langsung menuai berbagai reaksi dari masyarakat global.
Baca Juga: BYD dan Grab Berkolaborasi, Hadirkan 50.000 Mobil Listrik di Asia Tenggara
Langkah ini bukan tanpa alasan. Dalam pernyataannya, Trump menuding WHO telah gagal menangani pandemi Covid-19 serta krisis kesehatan global lainnya.
"WHO telah melakukan kesalahan besar dalam menangani pandemi Covid-19 dan sejumlah krisis kesehatan internasional lainnya," ujar Trump dalam konferensi pers, dikutip Selasa (21/1/2025).
Baca Juga: Didampingi 12 Kuasa Hukum, Hasto Kristiyanto Siap Hadapi Sidang Praperadilan
Keputusan tersebut mendapat sorotan tajam, termasuk di media sosial. Salah satu akun X (dulu Twitter) bernama @outbreakupdates membagikan kabar ini, yang langsung memancing respons dari ribuan pengguna.
Dalam hitungan jam, lebih dari 5.000 komentar membanjiri unggahan tersebut, sebagian besar mempertanyakan dampak keputusan ini terhadap upaya penanganan kesehatan global.
Baca Juga: ART di Jakarta Curi Rp315 Juta, Polisi Buru Pelaku Hingga Ke Lampung
Keputusan ini dianggap sebagai langkah lanjutan dari kritik Trump terhadap WHO yang telah berlangsung sejak masa pandemi. Ia menilai badan kesehatan dunia tersebut terlalu lamban dan tidak transparan dalam merespons wabah Covid-19, yang menyebabkan dampak besar secara global.
Tidak hanya itu, Trump juga menuding WHO lebih memihak kepentingan negara tertentu dalam pengambilan keputusannya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp6.000, Berikut Daftar Terbaru Per-Pecahan
Meskipun mendapat dukungan dari sejumlah pihak yang sepemikiran, keputusan ini tetap memicu kekhawatiran besar, terutama terkait kontribusi Amerika Serikat dalam mendanai program-program kesehatan WHO.
Dengan keluarnya AS, banyak yang mempertanyakan bagaimana kelangsungan pendanaan bagi inisiatif kesehatan dunia, khususnya di negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada bantuan WHO.
Artikel Terkait
Biodata Universitas Sam Ratulangi, Juara Universitas Terbaik di Manado Sulawesi Utara
Ranking 1 di Mataram, Ini Profil Universitas Mataram yang Berdiri Tahun 1962
Top 8 Universitas Terbaik di Malang Jatim: Adakah Warga Jawa Timur yang Tahu?
Manado Punya 6 Universitas Terbaik, Apakah Kampusmu Termasuk? Cek Sekarang Juga!
Profil Universitas Kadiri, Masuk Daftar Universitas Terbaik di Kediri Versi UniRank
Ini Biodata Universitas Muhammadiyah Kendari: Peringkat 2 Universitas Terbaik di Kendari
Kebakaran Hebat di Kemayoran, 500 Rumah Ludes, Petugas Berjibaku Selama Lima Jam
Harga Emas Antam Naik Rp6.000, Berikut Daftar Terbaru Per-Pecahan
ART di Jakarta Curi Rp315 Juta, Polisi Buru Pelaku Hingga Ke Lampung
Didampingi 12 Kuasa Hukum, Hasto Kristiyanto Siap Hadapi Sidang Praperadilan