INSIBERNEWS - Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, pada Selasa dini hari (21/1). Peristiwa ini menghanguskan lebih dari 500 rumah yang tersebar di 11 RT.
Hingga kini, petugas pemadam kebakaran bersama tim terkait masih terus melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian.
Baca Juga: Isu Relokasi Warga Gaza ke Indonesia Dibantah, Pemerintah Tegas Ambil Sikap!
"Ada 11 RT terdampak kebakaran ini. Data sementara mencatat 543 bangunan hangus terbakar," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta.
Ia menambahkan, jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring dengan proses pendataan lebih lanjut.
Baca Juga: Kemenperin Gandeng Jepang Untuk Tingkatkan SDM, Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045
Menurut Yohan, api mulai berkobar sekitar pukul 01.15 WIB di kawasan padat permukiman. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Asril Rizal, mengatakan bahwa kebakaran berhasil dilokalisasi pada pukul 05.29 WIB setelah lebih dari lima jam upaya pemadaman dilakukan.
"Kondisi lokasi yang merupakan pemukiman padat membuat api cepat menyebar, sehingga membutuhkan waktu lama untuk mengendalikan situasi," ungkapnya.
Baca Juga: Bisa Tebak Juaranya? Ini 2 Universitas Terbaik yang Ada di Magelang Versi UniRank
Dalam penanganan insiden ini, Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan 34 unit mobil pemadam kebakaran dan 170 personel. Petugas terus bekerja keras memastikan kobaran api tidak meluas ke area permukiman lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun prioritas utama tetap pada pemadaman total serta penanganan warga terdampak.
Baca Juga: Didemo Pegawai, Satryo Soemantri Bantah Disebut Arogan dan Tampar Bawahan
Kebakaran ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil yang besar, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah DKI Jakarta bersama BPBD sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk memberikan bantuan darurat, termasuk penyediaan tempat penampungan sementara bagi para korban.
Artikel Terkait
Ranking 1 di Magelang, Ini Profil Universitas Tidar yang Berdiri Tahun 2014
Biodata Universitas Hasanuddin, Juara Universitas Terbaik di Makassar Sulawesi Selatan
Ranking 1 di Malang, Ini Profil Universitas Brawijaya yang Berdiri Tahun 1963
Bisa Tebak Juaranya? Ini 2 Universitas Terbaik yang Ada di Magelang Versi UniRank
6 Universitas Terbaik di Makassar Sulawesi Selatan, Salah Satunya Universitas Hasanuddin
Profil Universitas Hasyim Asy'ari, Masuk Daftar Universitas Terbaik di Jombang Versi UniRank
Ini Biodata Universitas Buana Perjuangan Karawang: Peringkat 2 Universitas Terbaik di Karawang
Berikut 5 Komitmen Nyata BRI Dalam Meningkatkan Kualitas dan Mendorong Daya Saing UMKM
Kemenperin Gandeng Jepang Untuk Tingkatkan SDM, Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045
Isu Relokasi Warga Gaza ke Indonesia Dibantah, Pemerintah Tegas Ambil Sikap!