INSIBERNEWS - BNPB telah menerjunkan tim untuk mendampingi pemerintah daerah untuk tangani erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara.
Terdapat 6 desa yang perlu dikosongkan karena adanya bahaya dari erupsi Gunung Ibu.
Gunung Ibu semula berstatus Siaga (level III), namun status Gunung Ibu meningkat menjadi Awas (level IV) pada 15 Januari 2025 pada pukul 10.00 WIT.
Hingga kini Gunung Ibu masih terus erupsi dengan ketinggian kolom 400-1.500 meter.
Ketika terjadi erupsi gunung berapi, keselamatan warga sekitar menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, mengikuti arahan dari pemerintah sangat penting untuk mengurangi risiko bencana dan mencegah jatuhnya korban jiwa.
Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lembaga terkait biasanya memberikan informasi terkini mengenai kondisi gunung berapi, termasuk tingkat ancaman dan area yang perlu dievakuasi.
Warga yang tinggal di sekitar daerah rawan erupsi harus segera mematuhi perintah evakuasi yang diberikan oleh pihak berwenang.
Evakuasi dini adalah langkah utama untuk menjauhkan warga dari bahaya lava, abu vulkanik, dan gas beracun yang dapat menyebabkan cedera atau kematian.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @bnpb_indonesia (17/1/2025), berikut adalah imbauan yang diberikan oleh BNPB:
Artikel Terkait
Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Penerbangan Batal dan Bandara Ditutup
Gunung Dukono Maluku Alami Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.300 Meter, Warga Diminta Waspada!
Berlatar Gunung Salju di Swiss, Brisia Jodie Pamer Cincin Usai Dilamar Sang Kekasih Jonathan Alden
Riset Situs Gunung Padang Dilanjutkan: Menyingkap Misteri Peradaban Kuno di Nusantara
Status Gunung Ibu Halmahera Barat Meningkat Jadi Awas, Pemerintah Siapkan Tempat Pengungsian