INSIBERNEWS - Masyarakat Indonesia kini sedang diramaikan dengan kegiatan berburu koin jagat.
Koin jagat merupakan permainan berbasis aplikasi yang mengusung konsep treasure hunt atau berburu harta karun secara offline.
Meski menarik, permainan ini memicu kontroversi karena diduga menyebabkan kerusakan fasilitas umum di berbagai wilayah.
Kerusakan Akibat Perburuan Koin
Dalam permainan Koin Jagat, pemain diminta mencari koin emas, perak, dan perunggu di lokasi tertentu yang telah ditentukan melalui aplikasi Jagat.
Koin yang ditemukan dapat ditukar dengan hadiah uang tunai yang nilainya mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Namun, pencarian koin ini kerap melibatkan lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
Akibatnya, fasilitas umum seperti taman, trotoar, dan area publik lainnya di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali, mengalami kerusakan akibat ulah pemain.
Kerusakan tersebut dipicu karena meningkatnya jumlah peserta yang berburu hadiah menarik ini menjadi penyebab utama kerusakan.
Ramainya tren dan situasi ini kemudian memicu perhatian masyarakat hingga pemerintah.
Menkomdigi Ambil Tindakan
Viralnya fenomena ini membuat Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid angkat bicara.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengkaji aplikasi ini untuk memastikan apakah permainan Koin Jagat mematuhi aturan yang berlaku.
Baca Juga: Terima Dukungan dari Arab Saudi, Pemerintah Bakal Kaji dan Kembali Turunkan Biaya Haji
Artikel Terkait
9 Outfit Anak Remaja untuk Foto Instagram, Ide Gaya Kekinian yang Dijamin Banyak Likes!
DPRD Jakarta Tetapkan Pramono Anung & Rano Karno Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2025-2030
TNI AL Bantah Tuduhan Penggunaan Rp100 Miliar untuk Buzzer, Ini Alasan Sebenarnya!
Ramadan 2025, Jadwal Sekolah Bisa Berubah! Ini Tiga Opsi yang Sedang Dibahas Pemerintah!
Indonesia Ajukan Penurunan Tarif Dagang ke AS di Tengah Kebijakan Proteksionis Donald Trump
Zelensky Tawarkan Pertukaran Tentara Korea Utara untuk Tawanan Perang Ukraina: Ini Tujuan Utamanya!
Diteror Setelah Sebut Jokowi Terkorup, Peneliti ICW Diky Anandya Laporkan Ancaman Pembunuhan ke Polri!
Mengintip 10 Bukti Nyata Kontribusi BRI Untuk Negeri Dalam Mendorong Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif
Satpol PP Pemerintah DKI Jakarta Awasi Blok M Usai Insiden Larangan Konten oleh Pemuda Pancasila!
Imigrasi Gelar Layanan Paspor di GBK untuk 1.075 Pemohon, Daftar dan Cek Caranya!