Zelensky Tawarkan Pertukaran Tentara Korea Utara untuk Tawanan Perang Ukraina: Ini Tujuan Utamanya!

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 15 Januari 2025 | 10:23 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Tawarkan Pertukaran Tentara Korea Utara untuk Pembebasan Tawanan Perang (IG Zelenskyy)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Tawarkan Pertukaran Tentara Korea Utara untuk Pembebasan Tawanan Perang (IG Zelenskyy)

INSIBERNEWS - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan tentara Korea Utara yang ditangkap kepada Pyongyang sebagai imbalan pembebasan tawanan perang Ukraina yang ditahan di Rusia.

Pernyataan ini disampaikan melalui akun X (sebelumnya Twitter) pada Minggu (12/1/2025), seperti dikutip dari The Moscow Times.

Penangkapan Tentara Korea Utara di Kursk
Ukraina mengumumkan penangkapan dua tentara Korea Utara yang terluka dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk, Rusia. Meski demikian, Kyiv belum memberikan bukti kewarganegaraan mereka.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) mendukung klaim tersebut, mengonfirmasi kepada AFP bahwa dua tentara Korea Utara ditangkap oleh militer Ukraina pada 9 Januari. Kepala NIS menyebut kemungkinan adanya tentara Korea Utara lain yang ditahan oleh Ukraina.

 Baca Juga: Indonesia Ajukan Penurunan Tarif Dagang ke AS di Tengah Kebijakan Proteksionis Donald Trump

Skenario untuk Tentara Korea Utara
Zelensky mengungkap bahwa Ukraina siap menyerahkan para tentara tersebut jika Korea Utara dapat membantu membebaskan pejuang Ukraina yang menjadi tawanan Rusia.

“Bagi tentara Korea Utara yang tidak ingin kembali, mungkin ada opsi lain yang tersedia,” ujar Zelensky. Dia juga menawarkan kepada mereka yang ingin menyebarkan kebenaran perang dalam bahasa Korea kesempatan untuk berkontribusi terhadap perdamaian.

Respons Moskow dan Pyongyang
Baik Rusia maupun Korea Utara belum mengakui keberadaan tentara Korea Utara di medan perang Ukraina. Namun, kedua negara diketahui mempererat hubungan militer sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Zelensky bahkan menuding bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bergantung pada dukungan militer Pyongyang untuk kelangsungan perang.

Video Interogasi yang Dipublikasikan
Zelensky membagikan video interogasi dua tentara tersebut. Dalam video itu, salah satu pria terlihat berbaring dengan kondisi terluka, sementara yang lain duduk dengan rahang diperban. Melalui penerjemah, salah satu tentara mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya akan bertempur di Ukraina. Ia menyebut komandannya mengatakan bahwa misi tersebut hanyalah pelatihan.

 Baca Juga: Ramadan 2025, Jadwal Sekolah Bisa Berubah! Ini Tiga Opsi yang Sedang Dibahas Pemerintah!

Kerja Sama Militer Rusia-Korea Utara

Meningkatnya kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara menjadi sorotan internasional, terutama setelah tuduhan pengiriman senjata dari Pyongyang ke Moskow. Langkah ini diduga bertujuan memperkuat posisi Rusia di medan perang Ukraina.

Dengan pernyataan dan langkah Zelensky ini, fokus kini tertuju pada respons Korea Utara dan Rusia terhadap tawaran pertukaran tawanan ini, serta dampaknya terhadap hubungan geopolitik ketiga negara.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X