INSIBERNEWS - Militer Israel telah mengumumkan langkah drastis untuk merahasiakan identitas seluruh tentaranya, mulai dari prajurit hingga perwira tinggi.
Langkah ini dilakukan setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko penangkapan dan investigasi internasional terkait dugaan kejahatan perang yang dilakukan di Gaza.
Menurut laporan Channel 13 dikutip oleh INSIBERNEWS, perubahan ini berarti bahwa nama lengkap dan wajah tentara akan diburamkan dalam publikasi media, kecuali untuk perwira berpangkat brigadir jenderal ke atas.
Sebelumnya, kebijakan ini hanya berlaku untuk unit khusus dan Angkatan Udara Israel, tetapi kini diperluas mencakup semua sektor.
Prosedur Baru untuk Tentara
Dalam kebijakan baru ini, tentara dengan pangkat rendah hanya akan diidentifikasi dengan huruf pertama dari nama mereka. Foto-foto mereka akan diambil dari belakang atau diedit untuk menjaga anonimitas. Selain itu, setiap wawancara atau publikasi terkait tentara harus mendapatkan persetujuan dari pihak militer.
Tentara berkewarganegaraan ganda juga akan memiliki identitas yang dilindungi, guna meminimalkan risiko hukum saat bepergian ke luar negeri. Departemen Hukum Internasional dari Kejaksaan Militer akan memberikan panduan khusus kepada setiap tentara sebelum mereka tampil di media.
Latar Belakang Keputusan
Kebijakan ini dipicu oleh sejumlah insiden baru-baru ini, termasuk kasus di Brasil di mana seorang tentara Israel dituduh terlibat dalam penghancuran rumah warga sipil di Gaza. Pengadilan Brasil bahkan sempat memerintahkan penyelidikan terhadap tentara tersebut, yang kemudian dilaporkan melarikan diri dari negara itu.
Organisasi advokasi pro-Palestina seperti Hind Rajab Foundation (HRF) telah mengajukan pengaduan kriminal terhadap tentara Israel di berbagai negara, termasuk Brasil, Chili, dan Argentina. Mereka menuduh Israel menghalangi proses hukum dengan menyembunyikan bukti dan memfasilitasi pelarian tersangka.
Tutorial Menghindari Penangkapan Untuk Militer Israel
Seiring dengan kebijakan ini, media Israel Ynet juga menerbitkan panduan bagi tentara tentang cara menghindari penangkapan saat bepergian ke luar negeri. Beberapa poin penting dalam panduan tersebut:
- Hindari mengunggah foto atau video dari masa dinas militer, terutama yang menunjukkan bangunan hancur.
- Konsultasikan dengan ahli hukum pidana internasional sebelum bepergian ke luar negeri.
- Ingat bahwa bahkan negara-negara sekutu Israel dapat menahan tentara atas dugaan kejahatan perang.
Nick Kaufman, seorang pengacara di Pengadilan Kriminal Internasional, menekankan pentingnya tentara Israel mendapatkan bantuan konsuler jika ditahan di luar negeri. Namun, ia juga memperingatkan bahwa asuransi perjalanan tidak mencakup perlindungan untuk penangkapan terkait dugaan kriminal.
Artikel Terkait
Arab Saudi Tekankan Palestina Sebagai Syarat Normalisasi Hubungan dengan Israel
Asosiasi Sepakbola Norwegia Tolak Pertandingan Melawan Israel dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026
RS Indonesia di Gaza Dikepung Tentara Israel, Pasien dan Staf Diminta Mengungsi
Serangan Israel Membunuh Lima Jurnalis Al Quds Today di Gaza
Israel Panggil Duta Besar Vatikan Terkait Pernyataan Paus Fransiskus soal Pembunuhan Anak di Gaza
Israel Kembali Serang Lebanon, Gencatan Senjata di Ambang Batas
WHO Kutuk Serangan Israel yang Hancurkan Rumah Sakit di Gaza, Sebut Upaya Menyelamatkan Sistem Kesehatan Gaza Gagal
Pernyataan Kontroversial Pejabat Palestina: Pasukan Keamanan PA Bukan untuk Melawan Israel
Gaza Kini Makin Hancur Lebur Akibat Serangan Israel yang Kian Intensif
Korut Serukan Dunia Bersatu Hentikan Kekerasan Israel di Gaza