Israel Berlakukan Kebijakan Rahasiakan Identitas Tentara: Takut Pasukannya Ditangkap di Luar Negeri?

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 13 Januari 2025 | 09:43 WIB
foto ilustrasi Militer Israel : Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Herzi Halevi  (Istimewa)
foto ilustrasi Militer Israel : Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Herzi Halevi (Istimewa)

INSIBERNEWS - Militer Israel telah mengumumkan langkah drastis untuk merahasiakan identitas seluruh tentaranya, mulai dari prajurit hingga perwira tinggi.

Langkah ini dilakukan setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko penangkapan dan investigasi internasional terkait dugaan kejahatan perang yang dilakukan di Gaza.

Menurut laporan Channel 13 dikutip oleh INSIBERNEWS, perubahan ini berarti bahwa nama lengkap dan wajah tentara akan diburamkan dalam publikasi media, kecuali untuk perwira berpangkat brigadir jenderal ke atas.

Sebelumnya, kebijakan ini hanya berlaku untuk unit khusus dan Angkatan Udara Israel, tetapi kini diperluas mencakup semua sektor.

Prosedur Baru untuk Tentara

Dalam kebijakan baru ini, tentara dengan pangkat rendah hanya akan diidentifikasi dengan huruf pertama dari nama mereka. Foto-foto mereka akan diambil dari belakang atau diedit untuk menjaga anonimitas. Selain itu, setiap wawancara atau publikasi terkait tentara harus mendapatkan persetujuan dari pihak militer.

Tentara berkewarganegaraan ganda juga akan memiliki identitas yang dilindungi, guna meminimalkan risiko hukum saat bepergian ke luar negeri. Departemen Hukum Internasional dari Kejaksaan Militer akan memberikan panduan khusus kepada setiap tentara sebelum mereka tampil di media.

 Baca Juga: KPK Tahan Mantan Direktur Utama PT Taspen Antonius NS Kosasih dalam Kasus Korupsi Investasi Fiktif Dugaan Kerugian Negara Rp200 Miliar

Latar Belakang Keputusan

Kebijakan ini dipicu oleh sejumlah insiden baru-baru ini, termasuk kasus di Brasil di mana seorang tentara Israel dituduh terlibat dalam penghancuran rumah warga sipil di Gaza. Pengadilan Brasil bahkan sempat memerintahkan penyelidikan terhadap tentara tersebut, yang kemudian dilaporkan melarikan diri dari negara itu.

Organisasi advokasi pro-Palestina seperti Hind Rajab Foundation (HRF) telah mengajukan pengaduan kriminal terhadap tentara Israel di berbagai negara, termasuk Brasil, Chili, dan Argentina. Mereka menuduh Israel menghalangi proses hukum dengan menyembunyikan bukti dan memfasilitasi pelarian tersangka.

Tutorial Menghindari Penangkapan Untuk Militer Israel

Seiring dengan kebijakan ini, media Israel Ynet juga menerbitkan panduan bagi tentara tentang cara menghindari penangkapan saat bepergian ke luar negeri. Beberapa poin penting dalam panduan tersebut:

  • Hindari mengunggah foto atau video dari masa dinas militer, terutama yang menunjukkan bangunan hancur.
  • Konsultasikan dengan ahli hukum pidana internasional sebelum bepergian ke luar negeri.
  • Ingat bahwa bahkan negara-negara sekutu Israel dapat menahan tentara atas dugaan kejahatan perang.

Nick Kaufman, seorang pengacara di Pengadilan Kriminal Internasional, menekankan pentingnya tentara Israel mendapatkan bantuan konsuler jika ditahan di luar negeri. Namun, ia juga memperingatkan bahwa asuransi perjalanan tidak mencakup perlindungan untuk penangkapan terkait dugaan kriminal.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X