Pernyataan Kontroversial Pejabat Palestina: Pasukan Keamanan PA Bukan untuk Melawan Israel

Photo Author
- Minggu, 5 Januari 2025 | 10:32 WIB
Pernyataan Kontroversial Pejabat Palestina: Pasukan Keamanan PA Bukan untuk Melawan Israel (Photo : Universitas Islam Indonesia)
Pernyataan Kontroversial Pejabat Palestina: Pasukan Keamanan PA Bukan untuk Melawan Israel (Photo : Universitas Islam Indonesia)

INSIBERNEWS - Seorang pejabat tinggi dari Otoritas Palestina (PA) baru-baru ini membuat pernyataan yang memicu perdebatan di kalangan publik Palestina.

Jibril Rajoub, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Fatah, yang merupakan partai berkuasa di PA, menegaskan bahwa pasukan keamanan PA tidak ditugaskan untuk menghadapi pendudukan Israel.

Baca Juga: Malaysia Temukan 327 Sample Positif Virus HMPV, Kesehatan Masyarakat Diimbau Lebih Waspada

Pernyataan ini menjadi sangat mengejutkan mengingat PA selama ini terlibat dalam konfrontasi dengan kelompok-kelompok perlawanan Palestina di wilayah Tepi Barat. Dalam wawancara dengan Palestine TV yang disiarkan pada Minggu (5/1/2025), Rajoub menyatakan,

"Bukan tugas Otoritas Palestina untuk menembak orang-orang Israel."

Baca Juga: Perampokan di Tol Akses Tanjung Priok: Polisi Tangkap Satu Pelaku, Lima Masih Diburu

Komentar Rajoub datang di tengah ketegangan tinggi di wilayah Tepi Barat, di mana pasukan PA telah melancarkan serangkaian operasi terhadap faksi-faksi perlawanan Palestina yang mereka anggap sebagai ancaman terhadap stabilitas di wilayah tersebut.

Salah satunya adalah "Operasi Melindungi Tanah Air", yang dimulai pada 5 Desember 2024, yang mengarah pada tewasnya sembilan warga Palestina, termasuk jurnalis muda Shatha Al-Sabbagh.

Baca Juga: Lonjakan Kasus HMPV di China: Indonesia Perketat Pengawasan dan Imbau Waspada

Diketahui, operasi tersebut mendapat dukungan dari militer Israel, yang semakin menambah kontroversi terkait peran pasukan PA dalam konflik ini.

Pasukan keamanan PA, yang didirikan dengan bantuan pelatihan dari Amerika Serikat melalui program yang dipimpin Letnan Jenderal Keith Dayton, telah menghadapi kritik keras dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Wajib Tahu! Mulai 2025 Muncul 2 Kolom Baru di STNK, Segini Pajak Tambahan yang Harus Dibayar

Banyak yang berpendapat bahwa pasukan ini lebih berperan sebagai alat yang melayani kepentingan Israel ketimbang sebagai penjaga keamanan bagi rakyat Palestina.

Pasukan tersebut, yang sebelumnya dipandang sebagai pelindung negara Palestina, kini dianggap oleh sebagian pihak sebagai proksi yang mengutamakan kepentingan pihak luar.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X