INSIBERNEWS - Seorang pejabat tinggi dari Otoritas Palestina (PA) baru-baru ini membuat pernyataan yang memicu perdebatan di kalangan publik Palestina.
Jibril Rajoub, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Fatah, yang merupakan partai berkuasa di PA, menegaskan bahwa pasukan keamanan PA tidak ditugaskan untuk menghadapi pendudukan Israel.
Baca Juga: Malaysia Temukan 327 Sample Positif Virus HMPV, Kesehatan Masyarakat Diimbau Lebih Waspada
Pernyataan ini menjadi sangat mengejutkan mengingat PA selama ini terlibat dalam konfrontasi dengan kelompok-kelompok perlawanan Palestina di wilayah Tepi Barat. Dalam wawancara dengan Palestine TV yang disiarkan pada Minggu (5/1/2025), Rajoub menyatakan,
"Bukan tugas Otoritas Palestina untuk menembak orang-orang Israel."
Baca Juga: Perampokan di Tol Akses Tanjung Priok: Polisi Tangkap Satu Pelaku, Lima Masih Diburu
Komentar Rajoub datang di tengah ketegangan tinggi di wilayah Tepi Barat, di mana pasukan PA telah melancarkan serangkaian operasi terhadap faksi-faksi perlawanan Palestina yang mereka anggap sebagai ancaman terhadap stabilitas di wilayah tersebut.
Salah satunya adalah "Operasi Melindungi Tanah Air", yang dimulai pada 5 Desember 2024, yang mengarah pada tewasnya sembilan warga Palestina, termasuk jurnalis muda Shatha Al-Sabbagh.
Baca Juga: Lonjakan Kasus HMPV di China: Indonesia Perketat Pengawasan dan Imbau Waspada
Diketahui, operasi tersebut mendapat dukungan dari militer Israel, yang semakin menambah kontroversi terkait peran pasukan PA dalam konflik ini.
Pasukan keamanan PA, yang didirikan dengan bantuan pelatihan dari Amerika Serikat melalui program yang dipimpin Letnan Jenderal Keith Dayton, telah menghadapi kritik keras dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Wajib Tahu! Mulai 2025 Muncul 2 Kolom Baru di STNK, Segini Pajak Tambahan yang Harus Dibayar
Banyak yang berpendapat bahwa pasukan ini lebih berperan sebagai alat yang melayani kepentingan Israel ketimbang sebagai penjaga keamanan bagi rakyat Palestina.
Pasukan tersebut, yang sebelumnya dipandang sebagai pelindung negara Palestina, kini dianggap oleh sebagian pihak sebagai proksi yang mengutamakan kepentingan pihak luar.
Artikel Terkait
Penyewa Mobil Bos Rental yang Tewas Ditembak di Rest Area Tangerang-Merak Ditangkap Polisi
Anggota TNI Diduga Terlibat Penembakan Bos Rental Mobil, Panglima Janji Tindak Tegas
Parah! Dilecehkan Lalu Dirampok, 2 Turis Mancanegara Kena Pelecehan di Indonesia Saat Rayakan Tahun Baru
Ketua KPK Soroti Soal Satori Klaim Semua Anggota Komisi XI DPR Terima Dana CSR BI
Tragis! Pemuda di Kapuas Hulu Tega Habisi Nyawa Ibu Kandung Gegara Minta Motor Baru Ditolak
Wajib Tahu! Mulai 2025 Muncul 2 Kolom Baru di STNK, Segini Pajak Tambahan yang Harus Dibayar
Lonjakan Kasus HMPV di China: Indonesia Perketat Pengawasan dan Imbau Waspada
Empat Pelaku Penembakan di Tol Tangerang-Merak Ditangkap, Diduga Libatkan Anggota TNI
Perampokan di Tol Akses Tanjung Priok: Polisi Tangkap Satu Pelaku, Lima Masih Diburu
Malaysia Temukan 327 Sample Positif Virus HMPV, Kesehatan Masyarakat Diimbau Lebih Waspada