INSIBERNEWS - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berencana untuk melakukan pemantauan secara rutin terhadap pertumbuhan ekonomi di setiap daerah mulai 2025.
Langkah ini diambil untuk memastikan perkembangan ekonomi daerah dapat terpantau dengan baik dan mendukung pencapaian target ekonomi nasional.
Baca Juga: 100 Tentara Korea Utara Tewas di Ukraina, Militer Rusia Keluhkan Kurangnya Kemampuan Pasukan
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa Kemendagri akan bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menggelar rapat koordinasi mingguan yang khusus membahas pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Harga Pangan di Jakarta Naik Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi
Tito menjelaskan bahwa dengan adanya rapat koordinasi mingguan, Kemendagri dapat memantau secara langsung daerah-daerah mana yang mengalami peningkatan dalam hal pertumbuhan ekonomi, dan mana yang stagnan.
“Yang tidak bergerak, akan kita datangi langsung untuk menganalisis permasalahannya,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Keuangan Daerah di Jakarta, Rabu (18/12/2024).
Pemantauan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi di daerah-daerah yang belum berkembang pesat.
Baca Juga: Jakarta Siapkan Tanggul Mitigasi untuk Atasi Banjir Rob di Kawasan Utara
Menteri Tito juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir bagi para kepala daerah dalam mengelola anggaran dan memperbesar pendapatan daerah.
Ia menyarankan agar setiap kepala daerah fokus pada pengelolaan pendapatan yang lebih baik dan efisien dalam hal belanja, agar lebih banyak anggaran yang bisa dialokasikan untuk program-program kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Presiden Iran Vetoi Undang-Undang Hijab Ketat, Tantang Kelompok Garis Keras
“Pendapatan daerah yang lebih besar akan memungkinkan daerah untuk lebih mandiri dalam pembangunan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tito mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah merupakan bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Bappenas Targetkan 82 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis dalam 5 Tahun
Kemudahan Paylater dan Pinjol Jadi Pemicu Utama Generasi Muda Boros, Gen Z dan Milenial Jadi Sorotan
Inul Daratista Lapang Dada, Mantan Satpamnya Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara Setelah Mencuri Uang Dan Mobil Milik Inul Untuk Foya-Foya
Golongan Darah O Suka Kebiasaan Buang Air Besar Pagi Hari: Fakta atau Mitos?
Kapolres Jakarta Timur Minta Maaf atas Lambatnya Penanganan Kasus Penganiayaan Anak Bos Toko Roti
Paula Verhoeven Susah Bertemu Kiano dan Kenzo, Baim Wong Tidak Melarang Paula, Asal Anaknya Tidak Keberatan
Presiden Iran Vetoi Undang-Undang Hijab Ketat, Tantang Kelompok Garis Keras
Jakarta Siapkan Tanggul Mitigasi untuk Atasi Banjir Rob di Kawasan Utara
Harga Pangan di Jakarta Naik Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi
100 Tentara Korea Utara Tewas di Ukraina, Militer Rusia Keluhkan Kurangnya Kemampuan Pasukan