INSIBERNEWS - Kepergian Presiden Suriah Bashar al-Assad dari negaranya setelah jatuhnya rezim yang ia pimpin dianggap sebagai pukulan berat bagi kepentingan geopolitik Rusia di kawasan Timur Tengah.
Selama bertahun-tahun, Moskow telah menginvestasikan dana besar serta sumber daya militer untuk mempertahankan kekuasaan Assad, menjadikannya salah satu sekutu utama Kremlin di kawasan tersebut.
Baca Juga: Kemarahan Dunia Arab Mencuat Akibat Invasi Militer Israel ke Suriah
Menurut laporan media pro-Kremlin, Assad kini berada di Rusia dengan status suaka politik. Kondisi ini membuat Rusia menghadapi risiko besar kehilangan pijakan strategisnya di kawasan, terutama pangkalan Angkatan Laut di Tartus.
Pangkalan ini selama ini berperan penting dalam memberikan akses Rusia ke Laut Mediterania, wilayah yang dianggap strategis karena kedekatannya dengan perbatasan selatan NATO.
Edward Lucas, peneliti senior di Center for European Policy Analysis (CPA), menilai bahwa kehilangan pengaruh di Suriah akan sangat merugikan posisi Rusia di Laut Mediterania dan Atlantik.
"Tartus adalah titik kunci untuk kehadiran Rusia di Mediterania. Jika hilang, itu akan menjadi kemunduran besar bagi strategi militer dan geopolitik Kremlin," kata Lucas.
Baca Juga: Prabowo Siapkan Langkah Besar: IKN Jadi Ibu Kota Politik Mulai 2028
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Robert Murrett, Wakil Laksamana AS yang kini menjadi pengamat di Institut Kebijakan Keamanan dan Hukum Universitas Syracuse.
Menurutnya, jatuhnya rezim Assad tidak hanya merusak prestise Rusia di Timur Tengah, tetapi juga mempersempit opsi mereka untuk mempertahankan pengaruh militer di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pj Bupati Purwakarta Buka Resmi Acara Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa 2024
"Suriah adalah pusat gravitasi bagi operasi Angkatan Laut Rusia di Mediterania. Kehilangan ini akan membuat Rusia sulit untuk mempertahankan pengaruh mereka di sana, apalagi dengan pemerintahan baru yang mungkin kurang bersahabat," ujar Murrett.
Baca Juga: Pemkab Purwakarta Gelar Kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyusunan Produk Hukum Daerah
Artikel Terkait
Drone Houthi Serang Kota Yavne, Israel: Iron Dome Gagal Deteksi
Nikita Mirzani Sebut Iis Dahlia Kelimpungan Karena Ngomongin Orang Salah Pada Tempatnya
Pj Ketua TP PKK Kabupaten Purwakarta Antusias Menerima Tim Verifikasi Akhir P2WKSS Provinsi Jabar
Polres Purwakarta Terjunkan Anjing Pelacak TKP Pencurian Sepeda Motor di Parkiran Halaman PT Megatama Putra Sejahtera
Wow! Kedua Terbanyak di Jabar, Pemkab Purwakarta Terbitkan 36.553 NIB UMKM
Pemkab Purwakarta Gelar Kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyusunan Produk Hukum Daerah
Prabowo Siapkan Langkah Besar: IKN Jadi Ibu Kota Politik Mulai 2028
Pj Bupati Purwakarta Buka Resmi Acara Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa 2024
Siapa Pemenang Pilgub Jabar 2024, Simak KPU Jabar Tetapkan Resmi Hasil Perolehan Suara Empat Paslon, Ini Hasilnya
Kemarahan Dunia Arab Mencuat Akibat Invasi Militer Israel ke Suriah