INSIBERNEWS, Purwakarta - KPU Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Pada Pilkada Serentak 2024 di Prime Plaza Hotel, Selasa 3 Desember 2024.
Agenda ini dihadiri pimpinan KPU, Bawaslu Forkopimda, Pemantau Pemilu Kabupaten Purwakarta dan saksi pasangan calon dalam Pilkada Serentak 2024.
Ketua KPU Kabupaten Purwakarta, Dian Hadiana mengatakan bahwa rapat pleno terbuka ini merupakan ruang saling mengoreksi sekaligus meluruskan proses pemungutan dan penghitungan suara 27 November 2024 kemarin.
Baca Juga: Soal Kenaikan UMP 6,5 Persen, Menaker Ungkap Hasil Kajian hingga Proses Laporan ke Prabowo
Diketahui, acara diawali dengan pembacaan Tata Tertib Rapat Pleno dan dilanjutkan dengan pembacaan rekapitulasi hasil perhitungan suara dari masing-masing kecamatan.
Dari rekapitulasi untuk Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta 2024 pasangan calon nomor urut 1 yaitu Saepul Bahri Binzein dan Abang Ijo Hapidin memperoleh 251.998 suara.
Pasangan calon nomor urut 2 yaitu Yadi Rusmayadi - Pipin Sopian perolehan 193.221 suara. Kemudian pasangan calon nomor urut 3 yaitu Anne Ratna Mustika - Budi Hermawan perolehan 40.225 suara.
Lalu pasangan calon nomor urut 4 yakni H. Zainal Arifin - H. Sona Maulida Roemardie memperoleh 34.367 suara.
Berdasarkan perolehan suara untuk Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, pasangan calon nomor urut 1 yaitu Saepul Bahri Binzein dan Abang Ijo Hapidin memperoleh suara terbanyak," kata Ketua KPU Kabupaten Purwakarta, Dian Hadiana, Selasa 3 Desember 2024.
Sementara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, nomor urut 1 yakni Acep Adang Hidayat - Gitalis Dwinatarina memperoleh 27.200 suara.
Pasangan calon nomor urut 2 yakni Jeje Wiradinata - Ronal Surapradja memperoleh 25.419 suara.
Kemudian pasangan calon nomor urut 3 yakni Ahmad Syaikhu - Ilham Akbar Habibie memperoleh 81.510 suara.
Artikel Terkait
Terungkap! Motif Anggota Polisi Tembak Siswa SMK 4 Semarang hingga Tewas
Kapolrestabes Semarang Mengaku Siap Tanggung Jawab Dalam Kasus Penembakan Siswa SMK
Presiden Korea Selatan Umumkan Stasus Darurat Militer, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Anggota DPR Korea Selatan Gelar Sidang Luar Biasa Setuju Batalkan Darurat Militer, Masyarakat Tuntut Penangkapan Yoon Seok Yeol
Soal Kenaikan UMP 6,5 Persen, Menaker Ungkap Hasil Kajian hingga Proses Laporan ke Prabowo
Viral Videonya, Gus Miftah Akan Minta Maaf Pada Penjual Es Teh, Ngaku Sudah Ditegur Sekretaris Kabinet.