INSIBERNEWS - Tidak terima dalam kekalahan di Pilkada Jakarta, Tim Pemenangan Ridwan Kamil - Suswono (RIDO) klaim adanya kecurangan.
Tim Pemenangan RIDO menemukan indikasi bahwa adanya bantuan sembako yang dibagikan kepada warga Jakarta untuk menggiring suara saat Pilkada.
Namun netizen justru mengungkap bahwa warga Jakarta juga mendapat bantuan sembako dari pihak pemenangan RIDO.
Bantuan sembako yang diberikan kepada warga menjelang Pilkada sering kali menjadi bentuk politik uang yang bertujuan mempengaruhi pilihan pemilih.
Meskipun niat awalnya bisa saja dilihat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga.
Kenyataannya praktik ini sering disalahgunakan untuk meraih dukungan dalam bentuk suara di tempat pemungutan suara.
Baca Juga: Kalahnya Andika Perkasa di Pilgub Jawa Tengah Jadi Tanggung Jawab Bambang Pacul?
Pada masa menjelang Pilkada, banyak calon kepala daerah atau tim sukses yang memberikan paket sembako dengan harapan warga merasa terikat secara emosional dan memberikan suara mereka pada calon tersebut.
Paket sembako yang diberikan biasanya mencakup bahan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, dan gula.
Bantuan seperti ini bisa sangat menggoda bagi sebagian masyarakat, terutama yang hidup di garis kemiskinan.
Namun, praktik semacam ini jelas bertentangan dengan prinsip pemilu yang jujur dan adil.
Artikel Terkait
Tingkat Golput Tinggi di Pilkada Jakarta 2024, KPU Masih Kumpulkan Data
Anies Baswedan Dinilai Miliki Pengaruh Besar Dalam Unggulnya Pramono Rano di Pilkada Jakarta
PKS Pecah! Terdeteksi Tidak Solid Dalam Pilkada Jakarta Sehingga Unggulkan Pramono-Rano
Pramono Anung dan Rano Karno Klaim Menang Pilkada Jakarta Satu Putaran, Benarkah?
Kalah dari Pramono Rano, Tim Pemenangan RIDO Anggap Ada Kecurangan di Pilkada Jakarta