Petugas KPPS di Karawang Meninggal Dunia Saat Pencoblosan Pilkada 2024, Bupati Karawang Beri Bantuan Santunan UMKM

Photo Author
Saepurohman., Insibernews
- Sabtu, 30 November 2024 | 16:47 WIB
Petugas KPPS di Karawang Meninggal Dunia Saat Pencoblosan Pilkada 2024, Bupati Karawang Beri Bantuan Santunan UMKM (Istimewa )
Petugas KPPS di Karawang Meninggal Dunia Saat Pencoblosan Pilkada 2024, Bupati Karawang Beri Bantuan Santunan UMKM (Istimewa )

INSIBERNEWS, Karawang - Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengunjungi kediaman Suhendi, petugas KPPS TPS 09 Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang yang meninggal dunia saat bertugas pada hari pencoblosan Pilkada 2024.

Mereka diterima langsung oleh istri almarhum dan keluarga besar. Dalam kunjungannya, Bupati Aep menuturkan bahwa Suhendi dikenal sebagai sosok ayah, guru, dan tokoh yang sangat dihormati masyarakat sekitar.

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan belasungkawa kepada istri dan anak-anak almarhum Bapak Suhendi. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ujar Bupati Aep, Jumat (29/11/2024).

Baca Juga: Cuma Pake 1 Telur Bisa Jadi Ide Camilan yang Enak, Renyah, Gurih dan Bikin Gak Berhenti Ngunyah, Intip Resep Membuat Kue Kecipir

Bupati juga berjanji memberikan bantuan untuk keluarga almarhum agar bisa memulai usaha kecil.

“Insya Allah ada bantuan UMKM. Semoga bisa menjadi berkah bagi ibu dan keluarga. Tetap tabah ya, Bu,” ucap Bupati kepada istri Suhendi.

Suhendi meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat proses rekapitulasi suara. Camat Cibuaya, Agus Sumantri, menjelaskan bahwa almarhum sempat dibawa ke Puskesmas Cibuaya setelah mengeluhkan keringat dingin dan kondisi tubuh yang melemah.

Baca Juga: Ayah Natasha Wilona Muncul Setelah 20 Tahun Menghilang, Curhatan Lama Natasha Soal Keluarga: Mama Papa Sudah Pisah Dari Aku Umur 4 Tahun

“Setelah diperiksa, kondisinya sempat membaik, tetapi kemudian kembali menurun dan dirujuk ke RS Hastien. Sayangnya, almarhum dinyatakan meninggal dalam perjalanan,” jelas Agus.

Sebelumnya, Ketua KPU Karawang, Mari Fitriana, juga menyampaikan belasungkawa dan memastikan keluarga Suhendi akan menerima santunan sebesar Rp 42 juta.

“Santunan ini merupakan bagian dari kerja sama antara KPU Karawang dan BPJS Ketenagakerjaan. Kami sedang memproses klaimnya dan kami harapkan santunan segera diterima ahli waris,” tutup Mari.

Baca Juga: Tribulus: Tanaman Herba yang Bisa Tingkatkan Vitalitas dan Sehatkan Tubuh

Suhendi dikenal tidak memiliki riwayat penyakit dan dinyatakan sehat saat rekrutmen KPPS. Namun, kelelahan akibat persiapan dan pelaksanaan pemungutan suara diduga menjadi faktor yang memperburuk kondisi kesehatannya.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X