INSIBERNEWS - Kasus penangkapan seorang pria berinisial INM (58) di Kabupaten Karangasem, Bali, oleh polisi pada Kamis pagi (21/11) baru-baru ini mengejutkan banyak pihak.
INM ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Namun, yang membuat kasus ini semakin menarik adalah barang bukti yang ditemukan polisi: 14 buah barcode yang biasa digunakan untuk membeli BBM bersubsidi.
Bagi banyak orang, barcode mungkin terkesan sebagai hal yang biasa. Namun, dalam kasus ini, barcode tersebut ternyata memiliki peran penting dalam aksi penipuan yang didalangi oleh INM.
Diketahui, setiap barcode tersebut seharusnya hanya digunakan oleh satu orang atau satu keluarga yang terdaftar sebagai penerima subsidi BBM.
Tetapi, INM memanfaatkan barcode-barcode ini untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah yang lebih banyak dari kuota yang sebenarnya.
Apa Itu Barcode dan Kenapa Bisa Jadi Senjata?
Setiap penerima BBM bersubsidi biasanya akan mendapatkan barcode yang terhubung langsung dengan data pribadi dan kendaraan yang berhak mendapat subsidi.
Barcode ini digunakan sebagai verifikasi di SPBU untuk memastikan bahwa pembelian BBM dilakukan sesuai dengan kuota yang ditentukan pemerintah.
Namun, yang dilakukan oleh INM ternyata lebih cerdik. Dengan mengumpulkan barcode dari nelayan-nelayan di sekitar Karangasem, dia bisa "memanfaatkan" kuota BBM yang seharusnya terbatas.
Misalnya, jika satu barcode hanya berhak membeli 10 liter BBM subsidi, dengan memiliki beberapa barcode, INM bisa membeli lebih dari itu, bahkan sampai 50 liter dalam sehari.
Hal ini jelas merugikan negara dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi tersebut.
"Ada yang Terlibat di Pihak Pertamina?"
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP M. Iqbal Sangaji, mengungkapkan bahwa polisi sedang mendalami lebih lanjut apakah ada keterlibatan pihak-pihak lain, seperti Pertamina atau SPBU, dalam kasus ini.
Artikel Terkait
Pasangan Tika-Benny Unggul dalam Pilkada Kendal 2024: "Kami Akan Bangun Kendal dengan Kerja Keras dan Integritas
Bawaslu Kota Semarang Terima 10 Aduan Pelanggaran Pemilu Didominasi Politik Uang, Bukti Masih Kurang
Bea Cukai Bongkar Penyulundupan Rp2,9 Miliar di Soekarno-Hatta: Hasil Kerja Tim Anti-Penyelundupan
Bawaslu Temukan Pelanggaran Pilkada, TPS 04 Desa Pagenteran Akan Menggelar Pemilihan Suara Ulang (PSU)
Prabowo Soroti Dampak Korupsi dan Judi Online pada Kekayaan Negara, Harus Diberantas!
Mardani Ali Sera Akui Kinerja Mesin Partai Pendukung RIDO Kurang Optimal karena Kendala Logistik
KPK Tangkap Tujuh Orang dalam Operasi di Bengkulu, Termasuk Calon Gubernur Petahana Rohidin Mersyah
Deddy Corbuzier Dukung Paula Verhoeven Hadapi Perceraian dengan Baim Wong: Sebut Paula Perempuan Tangguh, Saya di Pihaknya!
Gus Ipul Ajak Semua Pihak Duduk Bersama Cari Solusi atas Kisruh Donasi Agus