Modus Licik Ketahuan! Pria di Bali Pakai 14 Barcode Nelayan untuk Gasak BBM Subsidi Berlimpah

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 30 November 2024 | 00:05 WIB
Pria di Bali Oplos BBM Subsidi, Bukti 14 Barcode Bikin Polisi Geleng-geleng (foto: Istimewa)
Pria di Bali Oplos BBM Subsidi, Bukti 14 Barcode Bikin Polisi Geleng-geleng (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Kasus penangkapan seorang pria berinisial INM (58) di Kabupaten Karangasem, Bali, oleh polisi pada Kamis pagi (21/11) baru-baru ini mengejutkan banyak pihak.

INM ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Namun, yang membuat kasus ini semakin menarik adalah barang bukti yang ditemukan polisi: 14 buah barcode yang biasa digunakan untuk membeli BBM bersubsidi.

Bagi banyak orang, barcode mungkin terkesan sebagai hal yang biasa. Namun, dalam kasus ini, barcode tersebut ternyata memiliki peran penting dalam aksi penipuan yang didalangi oleh INM.

Diketahui, setiap barcode tersebut seharusnya hanya digunakan oleh satu orang atau satu keluarga yang terdaftar sebagai penerima subsidi BBM.

Tetapi, INM memanfaatkan barcode-barcode ini untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah yang lebih banyak dari kuota yang sebenarnya.

 Baca Juga: Akibat Kelalaian Pekerja Sebabkan Water Tank PLN S2JB Palembang Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa Namun Kerugian Ditaksir Rp. 100 Juta

Apa Itu Barcode dan Kenapa Bisa Jadi Senjata?

Setiap penerima BBM bersubsidi biasanya akan mendapatkan barcode yang terhubung langsung dengan data pribadi dan kendaraan yang berhak mendapat subsidi.

Barcode ini digunakan sebagai verifikasi di SPBU untuk memastikan bahwa pembelian BBM dilakukan sesuai dengan kuota yang ditentukan pemerintah.

Namun, yang dilakukan oleh INM ternyata lebih cerdik. Dengan mengumpulkan barcode dari nelayan-nelayan di sekitar Karangasem, dia bisa "memanfaatkan" kuota BBM yang seharusnya terbatas.

Misalnya, jika satu barcode hanya berhak membeli 10 liter BBM subsidi, dengan memiliki beberapa barcode, INM bisa membeli lebih dari itu, bahkan sampai 50 liter dalam sehari.

Hal ini jelas merugikan negara dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi tersebut.

 Baca Juga: Kompetisi BRImo Indonesia Pingpong League (IPL) 2024 Seri Tiga Dimulai, 25 Klub Bersiap Rebut Tiket Grand Final

"Ada yang Terlibat di Pihak Pertamina?"

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP M. Iqbal Sangaji, mengungkapkan bahwa polisi sedang mendalami lebih lanjut apakah ada keterlibatan pihak-pihak lain, seperti Pertamina atau SPBU, dalam kasus ini.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X