Dharma menganggap, sejak era Presiden Jokowi, telah muncul stigma bahwa pemimpin lebih dianggap sebagai "petugas partai," sehingga rakyat membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar fokus untuk melayani kepentingan mereka.
Dengan keputusannya untuk maju secara independen, Dharma berharap dapat memberikan alternatif bagi rakyat Jakarta untuk memilih pemimpin yang lebih dekat dengan aspirasi mereka.
Meskipun gagal meraih kemenangan dalam Pilgub 2024, Dharma tetap optimis dengan pilihan barunya dalam dunia usaha, yaitu berjualan kaos, untuk menghadapi masa depan.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Donatur, Tanggapi Soal Perdamaian Agus dan Pratiwi Noviyanthi Deadlock, Seharusnya Kami Diberitahu
NewJeans Hengkang Dari ADOR: Bagaimana Soal Denda Dan Hak Nama Grup?
Wakil Presiden Sara Duterte Tak Hadir di Panggilan NBI? Ternyata Ini Alasan Absen dari Panggilan soal Ancaman ke Presiden Marcos Jr.!
Ridwan Kamil Ajak Warga Jakarta Tunggu Hasil Resmi Pilkada 2024
Dalam Rangka Rayakan HUT ke-129 BRI, Progam Special BRIguna Hadir dengan Suku Bunga Mulai dari 8,129 persen dan Diskon biaya Provisi 50 persen
Ketegangan Memuncak! Israel-Hizbullah Saling Tuding Soal Pelanggaran Gencatan Senjata: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
KPU Karanganyar Gelar PSU di TPS 1 Desa Kwangsan Terkait Kesalahan Penghitungan Suara
Jurnalis Tiongkok Dong Yuyu Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara: Lebih dari 700 Tokoh Dunia Serukan Pembebasan Untuk Dong Yuyu
Lebanon Tetapkan Tanggal Pemilihan Presiden, Berri Beri Waktu Sebulan untuk Konsensus
PM Australia Anthony Albanese Loloskan Undang-Undang Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial, Big Tech Diwajibkan Tanggung Jawab!