Baca Juga: PKS Terima Kekalahan di Pilkada Depok, Sebut Kekuasaan Memang Tidak Abadi
Yusril menyebut bahwa pernyataan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, juga mendukung langkah ini.
"Presiden Marcos tidak pernah mengatakan pemindahan ini berarti kebebasan bagi Mary Jane. Yang disebutkan hanyalah membawa dia kembali ke Filipina," ujar Yusril.
Mary Jane Veloso telah menjadi pusat perhatian publik sejak ditangkap di Indonesia karena membawa narkotika. Kasusnya menimbulkan hubungan diplomatik yang sensitif antara kedua negara.
Namun, dengan keputusan ini, Yusril berharap proses pemindahan dapat berjalan tanpa menimbulkan salah paham lebih lanjut.
Artikel Terkait
Israel Setujui Gencatan Senjata dengan Hizbullah: Langkah Cerdas atau Hanya Sementara? Netanyahu Paparkan Alasan Strategis!
Pilkada Pandeglang 2024 Berjalan Lancar, Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten Dijadwalkan 12 Desember
Biden dan Jill Biden Mengonfirmasi Kehadiran di Pelantikan Trump: Apakah Ini Bukti Komitmen Demokrasi di Tengah Transisi Berat?
ADOR Mendesak Belift Lab Minta Maaf Terbuka kepada Hanni NewJeans atas Insiden di Koridor
PKS Terima Kekalahan di Pilkada Depok, Sebut Kekuasaan Memang Tidak Abadi
Trump Sebut Filipina dan 9 Negara Muslim Lainnya Sebagai 'Negara Teroris' Ancaman Terbesar untuk AS! Temukan Alasan di Baliknya!
Pilkada Bekasi 2024: Dua Pasangan Calon Klaim Kemenangan dengan Selisih Tipis, Hanya 1 Persen
Krisdayanti Kembali Fokus Persiapkan Konser Tunggal Setelah Kalah dalam Pilkada Kota Batu
Ketegangan Memuncak! Hizbullah Tembakkan 250 Roket ke Israel, Simak Laporan Lengkapnya!
Dua Petugas KPPS Meninggal dan Tujuh Lainnya Sakit dalam Pelaksanaan Pilkada Jatim 2024