INSIBERNEWS - Israel yang terlibat konflik dengan Palestina mengalami kerugian dalam jumlah besar.
Dalam konflik setahun dengan Palestina, Pemerintah Israel mengalami defisit Rp649 triliun.
Data ini disampaikan oleh Kementerian Keuanga Israel melalui catatan anggaran belanja perang yang menyebabkan defisit anggaran negara.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (15/11/2024), nilai defisit yang dialami Israel ini setara dengan 7,9% PDB Israel.
Sebelum berperang dengan milisi Gaza Palestina, Israel menghabiskan Rp28 triliun untuk pengeluaran militer dalam sebulan.
Sedangkan sejak 7 Oktober 2023, anggara tersebut membengkak menjadi Rp73 triliun akibat terjadinya perang.
Sejak dimulainya konflik intensif dengan Palestina, Israel mengalami dampak signifikan terhadap stabilitas ekonominya.
Perang yang berlangsung telah memaksa pemerintah Israel untuk mengalihkan sumber daya yang besar ke sektor militer dan pertahanan, sementara sektor-sektor lain, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, terabaikan.
Pengeluaran untuk militer, termasuk pembelian senjata, amunisi, serta biaya operasional pasukan, mengalami lonjakan yang tajam.
Baca Juga: Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Penerbangan Batal dan Bandara Ditutup
Selain itu, serangan roket dari Gaza dan serangan udara yang sering terjadi turut menambah beban biaya.
Pemerintah juga harus mengalokasikan dana besar untuk merelokasi warga yang terdampak konflik serta membangun kembali infrastruktur yang hancur.
Artikel Terkait
Israel Larang Bantuan PBB untuk Pengungsi Gaza, Apa Dampaknya untuk Warga Palestina?
Parlemen Israel Sahkan Undang-undang yang Izinkan Penahanan Anak di Bawah 14 tahun
Serangan Udara Israel Hancurkan Kampus di Lebanon, Universitas Lebanon Tetap Berdiri Teguh!
Israel Menjadi Salah Satu Negara yang Diuntungkan Atas Kemenangan Donald Trump, Kok Bisa?
Desakan Pangeran Mohammed bin Salman: Israel Diminta Hentikan Serangan ke Iran