AS Tuduh Korut Kirim 10.000 Tentara Untuk Latihan di Rusia, Ancaman Baru Bagi Ukraina

Photo Author
- Rabu, 30 Oktober 2024 | 11:13 WIB
AS Tuduh Korut Kirim 10.000 Tentara untuk Latihan di Rusia, Ancaman Baru bagi Ukraina (Photo : Pinterest)
AS Tuduh Korut Kirim 10.000 Tentara untuk Latihan di Rusia, Ancaman Baru bagi Ukraina (Photo : Pinterest)

INSIBERNEWS - Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menuduh Korea Utara (Korut) telah mengirim sekitar 10.000 tentara ke Rusia untuk menjalani pelatihan, yang diperkirakan akan terlibat dalam konflik melawan Ukraina.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Pers Pentagon, Sabrina Singh, dalam konferensi pers yang dilansir oleh AFP pada 29 Oktober 2024.

Baca Juga: Target Turunkan Harga Rumah Subsidi, Menteri PKP Ajak Semua Pihak Gotong Royong

“Mereka telah dikirim untuk berlatih di Rusia timur dan akan mendukung pasukan Rusia di dekat Ukraina dalam waktu dekat,” ungkap Singh.

Tuduhan ini menambah ketegangan di kawasan, di mana hubungan antara Korut, Rusia, dan negara-negara Barat semakin memburuk.

Korea Selatan (Korsel) juga telah lama mengklaim bahwa Korut memberikan dukungan senjata kepada Rusia dalam upayanya melawan Kyiv.

Baca Juga: PT Sritex Dinyatakan Pailit: Pemerintah Pastikan Tidak Ada PHK Untuk Karyawan

Hal ini semakin menguat setelah pemimpin Korut, Kim Jong Un, menandatangani kesepakatan pertahanan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan Juni lalu, yang memicu pengiriman bantuan tentara dari Pyongyang.

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol menanggapi situasi ini dengan serius, menyebutnya sebagai “ancaman keamanan yang signifikan bagi masyarakat internasional.”

Pandangannya semakin dikuatkan oleh Kepala Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Mark Rutte, yang menyatakan bahwa tindakan ini mencerminkan keputusasaan Rusia dalam perang yang berlangsung.

Baca Juga: Israel Larang PBB Salurkan Bantuan Kemanusiaan Ke Gaza

Rutte menegaskan,

“Ini adalah tanda keputusasaan Putin yang semakin meningkat,” mengingat Rusia telah kehilangan sekitar 600.000 tentara sejak awal invasi ke Ukraina pada 2022.

Meski tuduhan ini telah mencuat, Korut sebelumnya membantah telah mengirim pasukan untuk mendukung operasi militer Rusia di Ukraina.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X