"Kami paham apa yang disuarakan oleh BEM FISIP itu menjadi hak mereka menyuarakan apa yang menjadi aspirasi. Saya sebagai dekan, dan pihak dekanat memastikan kepada BEM untuk tidak lupa pada marwah akademiknya," lanjutnya.
Di sisi lain, Presiden BEM FISIP UNAIR, Tuffahati Ullayyah Bachtiar tetap akan kritis, tegak, dan berani dalam menyampaikan aspirasi.
Baca Juga: Geger! Dharma Pongrekun Ungkap Pandemi COVID-19 Sebagai Agenda Global di Debat Pilgub Jakarta 2024
"Kami sudah berbicara bahwasanya kami akan tetap kritis dengan tidak keluar dari koridor akademik, dan karangan bunga kemarin memang bentuk ekspresi teman-teman. Kami bertekad tetap kritis, tegak dan berani," ujar Tuffahati.***
Artikel Terkait
Rektor Unair Kembalikan Budi Santoso Menjadi Dekan FK setelah Menjadi Sorotan Nasional
Aturan Baru! Kini Kementerian Keuangan Diawasi Langsung oleh Presiden Prabowo
Program Makan Bergizi Gratis Dimulai Januari 2025: Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran
Usai Prabowo Subianto Biayai Retreat Dengan Uang Pribadi, Raja Juli: Makin Jelas Misi dan Misi Pemerintah
BEM FISIP UNAIR Dibekukan! Buntut dari Karangan Bunga Berisi Sindiran untuk Prabowo Gibran