Terbaru! Dekanat UNAIR Cabut Pembekuan BEM FISIP yang Kritik Prabowo Gibran

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Senin, 28 Oktober 2024 | 18:51 WIB
BEM FISIP UNAIR Sempat dibekukan oleh Dekanat, namun kini telah dicabut (Instagram @medsos_rame)
BEM FISIP UNAIR Sempat dibekukan oleh Dekanat, namun kini telah dicabut (Instagram @medsos_rame)

INSIBERNEWS - Dekanat UNAIR sempat lakukan pembekuan terhadap BEM FISIP karena membuat karangan bunga yang berisi kritik terhadap Prabowo Gibran.

BEM FISIP UNAIR melakukan aksi protes setelah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI.

Dalam spanduk karangan bunga tersebut, BEM FISIP UNAIR menuliskan pesan ucapan selamat atas pelantikan presiden dan wakil presiden RI sekaligus dengan ucapan satir.

Baca Juga: Wow! Anggaran untuk Gaji Pejabat Kabinet Merah Putih Naik 81 Persen dari Periode Sebelumnya

“Selamat atas dilantiknya jenderal bengis pelanggar HAM dan profesor IPK 2,3 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi,” tulis BEM Fisip UNAIR.

Hal ini dilakukan oleh BEM Fisip UNAIR karena menilai bahwa pelantikan Prabowo dan Gibran merupakan hal yang tidak pantas.

Namun akhirnya pembekuan tersebut dicabut oleh pihak Dekanat FISIP UNAIR.

Baca Juga: Berita Penting! Inggris dan Wales Larang Vape Sekali Pakai Demi Kesehatan dan Lingkungan

Dikutip INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (28/10/2024), Dekan FISIP Unair Prof. Bagong Suyanto menyampaikan alasan kenapa melakukan pembekuan terhadap BEM FISIP UNAIR.

Yaitu karena BEM FISIP UNAIR dinilai tidak sesuai dengan kultur akademik ketika menuliskan karangan bunga sindiran.

Meskipun BEM FISIP UNAIR ingin menyampaikan aspirasi namun pihak Dekanat meminta kepada mereka untuk tidak lupa terhadap marwah akademik.

Baca Juga: Baim Wong Dipertemukan Lagi Dengan Paula Verhoven Pada Saat Mediasi, Baim: Besok Saya Masih Ketemu Lagi Sama Paula

“Pembekuan ini sebelumnya dilakukan karena penggunaan diksi oleh BEM FISIP yang dianggap tidak sesuai dengan kultur akademik," ujar Prof. Bagong Suyanto.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X