INSIBERNEWS - Penghapusan Ujian Nasional (UN) di Indonesia pada tahun 2021 membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, salah satunya adalah dampaknya terhadap peluang siswa melanjutkan pendidikan di luar negeri.
UN selama ini berfungsi sebagai salah satu indikator standar akademik siswa di Indonesia.
Dengan dihapusnya UN, beberapa universitas luar negeri yang mengandalkan nilai standar ujian nasional untuk menilai calon mahasiswa dari Indonesia menjadi kesulitan dalam menilai kredibilitas akademik mereka.
Baca Juga: Keturunan Soekarno Berkumpul Mengisi Posisi di DPR Periode 2024-2029, Siapa Saja?
Sebelumnya, nilai UN menjadi salah satu dokumen penting dalam proses seleksi universitas luar negeri, terutama di negara-negara yang belum terbiasa dengan sistem pendidikan Indonesia.
Penghapusan UN membuat banyak institusi pendidikan di luar negeri tidak memiliki tolok ukur yang jelas untuk menilai kemampuan akademis siswa Indonesia.
Meskipun nilai rapor dan portofolio akademis siswa tetap ada, nilai-nilai ini bervariasi tergantung pada kebijakan sekolah, sehingga sulit untuk diakui sebagai standar nasional yang seragam.
Baca Juga: Gawat! Indonesia Alami Deflasi Serius Selama 5 Bulan, Ekonom Ungkap Penyebabnya
Selain itu, tanpa adanya UN, siswa harus mencari alternatif lain untuk membuktikan kemampuan akademik mereka.
Tes internasional seperti TOEFL, IELTS, atau SAT menjadi semakin penting dalam aplikasi ke universitas luar negeri.
Namun, tes-tes ini memerlukan persiapan khusus dan biaya yang tidak sedikit, sehingga menjadi hambatan tambahan bagi siswa yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, terutama dari latar belakang ekonomi terbatas.
Ketiadaan UN juga menuntut siswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan portofolio akademik dan non-akademik yang lebih luas, seperti partisipasi dalam olimpiade sains, kegiatan ekstrakurikuler, atau pengalaman organisasi.
Meskipun hal ini baik untuk pengembangan siswa secara keseluruhan, tantangannya adalah bagaimana siswa dapat mempersiapkan diri dengan baik tanpa panduan yang jelas tentang persyaratan yang dibutuhkan untuk kuliah di luar negeri.
Artikel Terkait
Pemerintah Bangladesh Resmi Bubar, Perdana Menteri Kabur ke Luar Negeri Gunakan Helikopter
Viral Mahasiswa Undip Ngaku Gak Bisa Bayar UKT Sampai Dibantu Teman, Taunya Uang Bantuan 50 Juta Dipakai Dugem
Diduga Lakukan Perundungan Pada Para Karyawan, Co-Owner Brandoville Studio Kabur ke Luar Negeri
Heboh! Mahasiswa ITB yang Dapat Beasiswa UKT Ternyata Wajib Kerja Paruh Waktu di Kampus?
ITB Buka Suara Soal Mahasiswa yang Dapat Keringanan UKT tapi Wajib Kerja Paruh Waktu