INSIBERNEWS - Sudah 2 tahun sejak tragedi Kanjuruhan terjadi namun hingga kini kasus tersebut belum tuntas terungkap.
Meskipun demikian, Nico Afinta yang pada saat itu menjabat menjadi Kapolda Jawa Timur kini justru menjabat menjadi Sekjen Kemenkumham.
Padahal Nico Afinta sebagai Kapolda Jawa Timur dianggap bertanggung jawab atas tewasnya ratusan orang pada tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga: Seorang Karyawan Dipecat Gegara Menolak Belikan Sarapan Untuk Atasan
Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir dengan kekalahan Arema 2-3, kerusuhan pecah di dalam stadion.
Para suporter yang kecewa mulai memasuki lapangan, memicu reaksi dari pihak keamanan.
Situasi semakin tak terkendali ketika aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah tribun, sebuah tindakan yang sangat kontroversial dan berisiko, terutama di dalam stadion yang tertutup.
Baca Juga: Tanggal 3 Oktober Diperingati Sebagai National Boyfriend Day, Yuk Intip Sejarahnya
Penggunaan gas air mata tersebut memicu kepanikan massal di antara penonton, yang berusaha melarikan diri.
Banyak penonton terjebak di pintu keluar yang sempit, menyebabkan mereka terinjak-injak dan sesak napas.
Akibat insiden ini, 135 orang meninggal dunia, termasuk anak-anak, dan ratusan lainnya luka-luka.
Baca Juga: Merupakan Kontestan Tertua! Nenek Berusia 81 Tahun Ikuti Ajang Miss Universe Korea
Tragedi Kanjuruhan mengejutkan dunia sepak bola internasional dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang keamanan stadion, manajemen kerumunan, dan penggunaan kekuatan oleh aparat.
Artikel Terkait
Jelang Pilkada 2024, Kapolda Jabar Kunker Ke Mapolres Purwakarta, Ini Yang Dibahas
Pidato Presiden Moment HUT RI Ke-79, Kapolda Jabar Menghadiri Undangan Dari Ketua DPRD Jabar
Menuju Pon XXI 2024, Kapolda Jabar Menghadiri Apel Pelepasan Kontingen Jawa Barat
Heboh! 7 Mayat Ditemukan Mengambang di Kali Bekasi, Kapolda : Diduga Ceburkan Diri Karena…
Lokasi Kejadian Tragedi Kanjuruhan Dibongkar Setelah 2 Tahun, Hilangkan Barang Bukti?