Dilansir InsiberNews dari akun Instagram @najwashihab (29/8/2024), Indonesia Corruption Watch (ICW) sedang mengupas pembelian gas air mata yang dilakukan dengan pajak rakyat.
Dari ICW diketahui bahwa pembelian gas air mata menghabiskan dana sekitar Rp188,9 miliar hanya di dua satuan kerja.
Baca Juga: Utak-Atik UU Pilkada Diduga Berhubungan dengan Perpanjang Masa Jabatan Presiden 3 Periode
Dua satuan kerja yang dimaksud adalah Korsabhara Baharkam Polri dan Korbrimob Polri.
Sebelumnya ICW sudah meminta Polri untuk memaparkan kontrak belanja gas air mata namun Polri seperti enggan memberikannya dengan cara penolakan terhadap permintaan ICW.
Masyarakat Indonesia dibuat geram oleh tindakan polisi yang menggunakan gas air mata tetapi mengenai anak-anak yang tidak bersalah.
Gas air mata yang dilepaskan oleh polisi dinilai telah melanggar aturan dan justru merugikan pihak lain yang tidak melakukan demo.
Penembakan gas air mata yang dilakukan di kompleks Balai Kota DPRD Kota Semarang menyasar ke anak-anak yang mengaji di masjid dekat area tersebut.
Hal serupa juga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Polisi membubarkan mahasiswa yang melakukan demo di bawah flu over depan kampus Universitas Bosowa dengan gas air mata.***
Artikel Terkait
Polisi Berhasil Ungkap Pabrik Cookies Ganja, Ini Fakta-faktanya
Ungkap Kasus Narkoba, Delapan Polisi Diganjar Penghargaan Langsung Kapolres Purwakarta
Difitnah Hamil Duluan, Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Langsung Lapor Polisi!
ODGJ Terkapar Lemas, Patroli Quick respon Polisi Purwakarta Gercep Evakuasi Ke RS Bayu Asih
Profil Pavel Durov, Bos Telegram yang Ditangkap Polisi di Prancis