Selain itu, calon tunggal dapat menurunkan partisipasi pemilih. Ketika pemilih merasa pilihan mereka tidak memengaruhi hasil pemilihan, mereka mungkin merasa tidak termotivasi untuk berpartisipasi.
Hal ini dapat menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi dan menurunkan legitimasi hasil pemilihan.
Baca Juga: PDIP Dapat Laporan Anies Baswedan Kembali Dijegal, Kali Ini di Pilkada 2024
Fenomena ini juga bisa menciptakan kesan bahwa proses pemilihan kurang demokratis atau bahkan manipulatif, khususnya jika calon tunggal muncul akibat praktik politik yang kurang transparan atau adanya intervensi dari pihak tertentu.
Di samping itu melawan kotak kosong tidak menjamin calon tunggal akan memenangkan Pilkada karena ada kemungkinan masyarakat akan lebih memilih golput.
Dilansir INSIBERNEWS dari akun Instagram @narasinewsroom (9/8/2024), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merasa hingga saat ini PDIP belum terancam akan adanya kotak kosong karena dinilai masih ada cukup lain bagi pihak lain untuk menjadi lawan di Pilkada 2024.
Baca Juga: Irene Red Velvet Tetap Tampil Awet Mudah Meski Telah 10 Tahun Berkarir
Seandainya nanti kotak kosong benar erma di maka KPU akan mengambil tindakan untuk memperpanjang masa pendaftaran Pilkada 2024.
“Belum terancam, masih ada ruang,” ujar Hasto Kristiyanto.
“Karena nanti kalau ada indikasi kotak kosong pun KPU akan memberikan perpanjangan (waktu) biasanya, nah di situlah bisa terjadi perubahan konstelasi,” lanjutnya.***
Artikel Terkait
Tepis Sentilan PDIP Soal Efek Mertua Bagi Bobby Nasution, Jokowi Katakan Ini Elektabilitas
Jelang Pilkada 2024, Anggota TMP Subang Undurkan diri Dari PDIP, Diduga Massa Bayaran
Jelang Pilkada 2024, Satpol PP Bersama Petugas Gabungan Tertibkan Baliho Calbup
Jelang Pilkada 2024, PPK Darangdan Gelar Rapat Pleno Terbuka Tahun 2024
PDIP Dapat Laporan Anies Baswedan Kembali Dijegal, Kali Ini di Pilkada 2024