INSIBERNEWS — Dilaporkan sebanyak 420 penumpang KMP Batumandi telah berhasil dievakuasi dari insiden kapal penyeberangan yang terbakar saat mendekati Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa, 20 Oktober 2026.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meski enam penumpang sempat mendapatkan perawatan medis.
Kapal yang berlayar dari Bakauheni, Lampung, menuju Merak itu mengalami kebakaran saat bersiap sandar di Dermaga VI. Berdasarkan data manifes, kapal mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.
Baca Juga: BYD Terancam Gugatan Rp9,5 Triliun Gegara Sengketa Nama Denza
Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan mengatakan, seluruh penumpang berhasil diselamatkan setelah petugas gabungan melakukan evakuasi.
"Jumlah penumpang berdasarkan manifes sebanyak 420 orang, terdiri dari 393 penumpang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Selain itu, kapal tersebut mengangkut 89 unit kendaraan," ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menjelaskan, kebakaran terdeteksi sekitar pukul 16.15 WIB ketika kapal berada di sekitar Pulau Merak Besar. Percikan api terlihat di bagian buritan kapal, tepatnya pada dek atas yang digunakan untuk kendaraan kecil.
Baca Juga: Korupsi Dana Bencana Rp5,4 Miliar, KPK Ungkap Alasan 5 Tersangka Batal Dituntut Hukuman Mati
Heru menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Menurutnya, keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama perusahaan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas insiden kebakaran yang terjadi pada KMP Batumandi di Merak," kata Heru.
Ia mengungkapkan, enam penumpang sempat mengalami gangguan kesehatan, mulai dari syok, sesak napas, hingga luka ringan. Mereka telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit.
"Untuk korban ada enam orang. Satu orang shock karena situasinya chaos, ada yang sesak napas, ada korban luka ringan dibawa ke Puskesmas dan rumah sakit. Sudah ditangani dan dipulangkan," jelasnya.
Proses evakuasi melibatkan petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, kepolisian, hingga kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Artikel Terkait
Gegara Kaos Kaki Siswa, Kepala Sekolah di Lamongan Diduga Dipukuli Oknum TNI hingga Tulang Hidung Retak
Nusron Wahid ke Singapura dan Malaysia saat 2 Kali Absen dari Panggilan KPK, Ini Kata Imigrasi
Polda Soroti Ajudan Gubernur Kaltim yang Diduga Intimidasi Pendemo: Polisi Tidak Boleh Arogan
Danantara Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Makkah, Siapkan Ekspansi Bisnis Hotel untuk Jemaah Haji dan Umrah
Merangkai Asa dalam Asta Cita, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM
BYD Terancam Gugatan Rp9,5 Triliun Gegara Sengketa Nama Denza