Tak Punya Riwayat Penyakit, Peserta ITB Ultra Marathon Meregang Nyawa Akibat Tersedak Air

Photo Author
- Senin, 19 Oktober 2026 | 19:45 WIB
Peserta ITB Ultra Marathon 2026, Dody Muhammad Pasha meninggal dunia di tengah event lari. (Instagram/fttmitbofficial)
Peserta ITB Ultra Marathon 2026, Dody Muhammad Pasha meninggal dunia di tengah event lari. (Instagram/fttmitbofficial)
INSIBERNEWS - Ajang olahraga tahunan ITB Ultra Marathon 2026 yang menempuh rute Jakarta menuju Bandung mendadak diselimuti awan duka.
 
Salah satu pesertanya, Dody Muhammad Pasha (21), mahasiswa aktif jurusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), mengembuskan napas terakhirnya usai kolaps saat berlari melintasi kawasan Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (17/10/2026).

Pemuda berbakat tersebut diketahui tergabung dalam kategori estafet atau relay 16 bersama tim lari kampusnya.
 
Sebagai pelari urutan kesebelas, Dody memikul tugas untuk menuntaskan rute sejauh 10 kilometer dari total jarak tempuh 180 kilometer, yang diikuti oleh 5.216 pelari dari 521 tim dalam ajang uji ketahanan fisik tersebut.
 

Mengurai teka-teki penyebab tumbangnya pelari muda tersebut, pihak penyelenggara membeberkan hasil temuan medis dari tim dokter.
 
Race Director ITB Ultra Marathon 2026, Ahmad Shalahuddin Zulfa, menduga kuat bahwa Dody mengalami insiden tersedak cairan saat mencoba minum di tengah kondisi fisik yang sangat kelelahan akibat teriknya cuaca.

"Ada kemungkinan memang pada saat kondisinya panas sekali, mungkin dia juga dalam kondisi agak kurang sadar penuh meminum air sepertinya sebagian masuk ke dalam paru-parunya. Sehingga akhirnya membuat dia menjadi sulit bernapas," ungkap Ahmad saat menggelar konferensi pers di kampus ITB, Bandung, Minggu (18/10/2026).
 

Kejadian fatal ini amat mengejutkan pihak panitia lantaran almarhum sama sekali tidak memiliki catatan rekam medis penyakit bawaan.
 
Ahmad memastikan bahwa Dody telah lolos prosedur skrining kesehatan yang ketat dengan status hijau, terlebih mendiang juga dikenal sebagai sosok yang sangat bugar dan aktif bermain olahraga bola voli.

"Kalau tidak mengisi kuesioner kesehatan, tidak kami izinkan buat lanjut. Beliau mengisi dan statusnya hijau. Sementara dari hasil pemeriksaan sebelum mengikuti ajang ini, almarhum tidak memiliki riwayat sakit tertentu," tegas Ahmad.
 

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, tim medis lapangan telah berupaya maksimal memberikan pertolongan darurat sebelum merujuk korban ke RS Dr. Hafiz, Cianjur.
 
Usai dinyatakan wafat, Ketua Panitia Aleks Suhanto menyampaikan belasungkawa mendalam, dan jenazah Dody pun langsung diterbangkan untuk dimakamkan di Jambi pada Senin (19/10/2026).***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X