Kasat Polairud Polres Seruyan AKP Djoko Poernomo mengatakan kondisi geografis di lokasi penemuan menjadi salah satu tantangan utama dalam proses evakuasi.
Menurut dia, proses pemindahan jasad membutuhkan kerja sama antara petugas dan masyarakat setempat. Bantuan warga dinilai sangat penting karena mereka lebih mengetahui kondisi medan di sekitar lokasi.
"Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan memperhatikan kondisi medan dan keselamatan personel. Bantuan masyarakat di lokasi juga sangat berarti dalam membantu proses pemindahan kedua jenazah hingga dapat dibawa menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan operasional," kata Djoko, Minggu (27/9).
Sembilan Jasad Masih Menunggu Identifikasi
Dengan ditemukannya dua jasad terbaru tersebut, total sembilan jasad telah ditemukan dari sejumlah kawasan pesisir Seruyan dan wilayah sekitarnya selama periode 21-26 September 2026.
Baca Juga: Buntut Skandal Klaster Mewah Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dicopot dan Puluhan Napi Diperiksa
Meski demikian, seluruh jasad masih harus melalui proses identifikasi secara resmi.
Pihak berwenang juga belum memastikan bahwa sembilan jasad tersebut seluruhnya merupakan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Kepastian identitas para korban, termasuk keterkaitan mereka dengan kecelakaan kapal tersebut, masih menunggu hasil pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut. ***
Artikel Terkait
Antrean 7,8 Km Mengular ke Arah Ketapang, Sopir Truk Bikin Arus Lalu Lintas Tersendat
Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Segera Cair, Ini Jadwal serta Syarat Penerimanya
Dalih Merasa Iba Berujung Petaka, Guru Olahraga di Situbondo Tega Lecehkan Siswi Yatim hingga Terancam Dipecat
Dikritik Sibuk Bikin Konten Saat Evakuasi Virgo Transport 8, Penyelam Basarnas Beri Penjelasan
Kronologi ASN Kemenekraf Vanreko Meninggal Usai Ikuti Latsarmil Komcad, Sempat Pulih dan Sadar
Indonesia Bidik Kursi DK PBB 2029-2030, Sugiono Ungkap Misi yang Bakal Dibawa
Jokowi Ungkap Alasan Baru Tunjukkan KTA PSI, Singgung Soal Momentum Politik