Sementara itu, media lokal memberitakan bahwa Haiqal menjadi korban ketika sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput pertandingan sepak bola antara PS Gampong Ampeh dan Gampong Trieng.
Karena adanya perbedaan informasi tersebut, PWI Aceh menyatakan masih menunggu kronologi lengkap dari pihak-pihak terkait sebelum mengambil sikap lebih lanjut.
Informasi terbaru yang diterima PWI Aceh menyebutkan persoalan tersebut telah mendapat perhatian dari unsur pimpinan Kecamatan Tanah Luas.
Baca Juga: Karhutla Berulang, 6 Perusahaan di Kalimantan Kena Sanksi Kemenhut
Pihak terkait disebut telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui maupun terlibat dalam peristiwa kericuhan tersebut.
Hasil pengumpulan keterangan nantinya akan disampaikan melalui siaran pers yang memuat kronologi lengkap kejadian.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai awal mula kericuhan hingga insiden yang menyebabkan Haiqal mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Anjing Pitbull yang Serang Anak di Bandung Dikarantina, Dua Ekor Dievakuasi
Upaya memperoleh keterangan dari pihak TNI juga masih dilakukan untuk memastikan informasi mengenai dugaan pemukulan tersebut.
PWI Aceh Tunggu Kronologi Lengkap
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, bersama Wakil Ketua Bidang Advokasi Wartawan, Azhari, menyatakan pihaknya masih menunggu informasi lengkap terkait peristiwa di Lapangan Bumigas.
PWI Aceh turut menyayangkan kejadian yang menimpa Haiqal, terlebih karena insiden tersebut melibatkan dugaan kekerasan oleh oknum aparat.
Baca Juga: Dua Pelajar Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan Siswa SMA di Bener Meriah
"Kami ikut berduka atas kejadian yang dialami seorang wartawan bernama Haiqal. Apapun alasannya, kekerasan oleh oknum aparat keamanan tidak boleh terjadi terhadap siapa pun," ujar Nasir.
PWI Aceh menegaskan pentingnya menunggu hasil klarifikasi dan kronologi resmi agar persoalan tersebut dapat dilihat secara objektif. Terlebih, informasi mengenai apakah Haiqal sedang menjalankan tugas jurnalistik atau berada di lokasi sebagai Ketua Pemuda Gampong saat kejadian masih perlu diperjelas.
Dengan demikian, PWI Aceh memilih menunggu keterangan lengkap dari pihak-pihak terkait sebelum menyimpulkan secara lebih jauh mengenai insiden yang terjadi setelah pertandingan sepak bola tersebut. ***
Artikel Terkait
Permen Narkoba THC dari Inggris Masuk Malang, Polisi Tangkap Pria 30 Tahun: Nilainya Capai Rp693 Juta
Jelang Aksi 27 Agustus, Polda Metro Jaya Perkirakan 500 Massa Bakal Kepung DPR
Demo di Depan DPR Hari Ini, Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Diduga Hendak Rusuh
Pria Berhelm Diamuk Massa Saat Demo AMPB di Depan Gedung DPR RI, Dituding Provokator
Video Dugaan Jukir Ditembak di Palu Viral, Polisi Masih Selidiki Sosok Penembaknya
Nasaruddin Umar Buka Suara soal Kursi Ketum PBNU, Ternyata Pilih Tetap Jadi Menteri Agama