Sumatera Dikepung 2.945 Titik Panas, Kabut Asap Bikin Siswa Pekanbaru Terpaksa Belajar Daring

Photo Author
- Senin, 24 Agustus 2026 | 14:57 WIB
Sumatera Dikepung 2.945 Titik Panas (Dok. Ist)
Sumatera Dikepung 2.945 Titik Panas (Dok. Ist)
INSIBERNEWS - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera kembali memasuki fase mengkhawatirkan.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan temuan mengejutkan berupa 2.945 titik panas atau hotspot yang tersebar di berbagai wilayah, berdasarkan pantauan mutakhir pada Senin (24/8/2026) pagi.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, memaparkan bahwa ribuan titik panas tersebut merata di 10 provinsi. Sumatera Selatan tercatat sebagai penyumbang sebaran titik api terbesar dengan jumlah yang sangat fantastis, yakni mencapai 1.429 titik panas.

"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 491 titik, Jambi 437 titik, Lampung 203 titik dan Bangka Belitung dengan 115 titik," urai Gita saat merinci sebaran potensi kebakaran tersebut.
 

Khusus untuk wilayah Provinsi Riau, kondisi di lapangan tak kalah genting karena 491 titik panas itu mengepung 11 kabupaten dan kota sekaligus.
 
Kabupaten Pelalawan menjadi zona merah yang paling krusial dengan deteksi 239 titik, disusul ketat oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 166 titik.

Dampak langsung dari kepungan asap karhutla ini mulai mencekik aktivitas warga Kota Pekanbaru.
 
Kualitas udara berdasarkan indikator PM 2.5 merosot tajam ke level tidak sehat, sementara jarak pandang warga pada malam hingga pagi hari terpantau anjlok hanya sejauh 2,5 kilometer akibat pekatnya kabut asap.
 

Merespons kondisi udara yang kian membahayakan kesehatan saluran pernapasan, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengambil langkah cepat.
 
Otoritas setempat resmi menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring bagi seluruh peserta didik tingkat PAUD hingga SMP guna meminimalisir paparan asap beracun di luar ruangan.

Situasi di darat memang membutuhkan penanganan ekstra keras mengingat laju api terus menjalar dengan cepat.
 
Catatan tim Manggala Agni menunjukkan, amukan karhutla di Riau telah melahap lebih dari 800 hektare lahan, dengan kerusakan terparah melanda wilayah Indragiri Hulu seluas 471 hektare dan Pelalawan 300 hektare.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X