Kabut Asap Karhutla Kepung Berau, Ratusan Anak hingga Lansia Tumbang Diserang ISPA

Photo Author
- Senin, 24 Agustus 2026 | 15:16 WIB
Ilustrasi - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)  (FOTO : pngtree.com)
Ilustrasi - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) (FOTO : pngtree.com)
INSIBERNEWS - Bencana kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, perlahan mulai mengancam stabilitas kesehatan publik.
 
Buruknya kualitas udara di wilayah tersebut membuat warga berjatuhan sakit, terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh rentan terhadap paparan partikel debu sisa pembakaran.

Kondisi darurat pernapasan ini sangat terasa di Puskesmas Tanjung Redeb yang belakangan ini terus disesaki oleh pasien dari berbagai rentang usia.
 
Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meroket tajam seiring dengan semakin pekatnya polusi asap yang mengepung kawasan permukiman warga.
 

Menanggapi fenomena ini, Dokter Umum Puskesmas Tanjung Redeb, dr. Nina Damayanti, membenarkan adanya lonjakan ekstrem tersebut.
 
Ia merinci bahwa pasien yang mendominasi antrean pemeriksaan merupakan kelompok paling rentan, yakni anak-anak dan warga lanjut usia (lansia).

"Selama kondisi kabut asap akibat karhutla ini, memang kami melihat adanya peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan ISPA. Kalau sebelumnya sekitar 126 pasien, sekarang sudah mencapai 324 pasien. Jadi peningkatannya cukup signifikan," terang Nina saat dikonfirmasi di Berau, Senin (24/8/2026).

Kendati lonjakan pasien nyaris tiga kali lipat membuat tenaga medis harus bekerja ekstra, pihak puskesmas menjamin fasilitas pelayanan tetap berjalan optimal.
 
 
Kebutuhan logistik krusial seperti stok obat-obatan pernapasan hingga tabung oksigen dipastikan dalam batas aman untuk merawat seluruh penderita ISPA.

"Kami juga memastikan untuk obat-obatan dan oksigen sampai saat ini masih tersedia untuk kebutuhan pelayanan pasien," tegas Nina memberikan jaminan agar masyarakat tidak perlu panik akan ketersediaan alat medis.

Di tengah kecemasan warga yang menanti redanya karhutla, otoritas kesehatan tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
 
Jika terpaksa harus keluar, penggunaan masker pelindung menjadi prosedur wajib, diimbangi dengan asupan nutrisi dan vitamin guna menjaga benteng imunitas tubuh.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X