INSIBERNEWS - Rentetan lindu tampaknya belum sudi beranjak dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada Kamis (20/8/2026) siang, gempa bumi susulan dengan kekuatan magnitudo (M) 6,0 kembali mengguncang Kabupaten Manggarai, Pulau Flores.
Fenomena alam ini menjadi buntut panjang dari gempa utama berkekuatan M 7,7 yang sempat memorak-porandakan kawasan tersebut pada Sabtu (15/8) dini hari pekan lalu.
Berdasarkan data resmi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), getaran kuat tersebut terekam pada pukul 09.46 WIB atau 10.46 Wita.
Titik episentrum gempa berlokasi di 43 kilometer arah timur laut Ruteng, dengan hiposentrum atau kedalaman mencapai 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Baca Juga: Kian Memanas, Iran Peringatkan Bakal Beri Balasan Sepadan Jika Trump Nekat Kirim Rudal Nuklir
Untungnya, BMKG memastikan guncangan susulan ini tidak memicu ancaman gelombang tsunami bagi warga pesisir.
Nahasnya, meski tidak ada laporan bangunan ambruk yang menimpa warga secara langsung pada gempa susulan siang tadi, kepanikan massal justru membawa petaka lain.
Laporan dari kawasan Ruteng menyebutkan adanya satu korban jiwa yang melayang akibat serangan jantung.
Tragedi memilukan ini dipicu oleh syok atau ketakutan luar biasa di tengah hiruk-pikuk saat bumi kembali bergoyang.
Korban diketahui bernama Servolus Jebarus, seorang pria berusia 56 tahun yang bermukim di RT 15/RW 005, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong.
Baca Juga: Jarak Pandang Tinggal 10 Meter, Pekatnya Asap Karhutla Bikin Warga Banjarbaru Ngeri Kecelakaan
Kengerian yang menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya saat gempa terjadi rupanya tak mampu ditahan oleh kondisi fisik korban.
Hiro, salah seorang kerabat korban, menceritakan detik-detik menegangkan saat guncangan mulai terasa dan warga berhamburan berteriak ketakutan.
"Tadi terdengar teriakan warga saat gempa pertama dan terjadi kepanikan di dalam rumah. Korban kemudian jatuh lemas," tutur Hiro menceritakan kronologi kejadian yang membuat kerabatnya seketika tak sadarkan diri.
Menyadari kondisi korban yang kritis akibat riwayat penyakit jantung yang diidapnya, keluarga bergegas melarikannya ke RSUD Ben Mboi Ruteng guna mendapatkan pertolongan darurat.
Sayangnya, upaya maksimal tim medis tak membuahkan hasil, dan kini kepergian Servolus meninggalkan duka mendalam bagi istri beserta kelima anak mereka yang telah menyemayamkan jenazah di kediaman keluarga.
Menyikapi tragedi memilukan di tengah rentetan gempa susulan Flores ini, pemerintah daerah bersama otoritas kesehatan terus menyerukan agar masyarakat bersikap tenang.
Warga diminta selalu siaga bencana, namun sangat dianjurkan untuk tidak memicu kepanikan berlebih yang bisa berakibat fatal, terutama bagi kelompok yang rentan atau memiliki riwayat penyakit penyerta.***
Artikel Terkait
Duka Gempa M 7,7 Guncang NTT, 38 Orang Tewas dan 2000 Warga Mengungsi Usai Puluhan Bangunan Rusak
Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak
Iran Sampaikan Duka atas Gempa NTT, Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan dan Medis
RSUD Ruteng Lumpuh, Kemenkes Dirikan Tenda Steril dan Enam Pesawat Logistik Dikerahkan ke NTT