Roy mengatakan sejumlah orang yang diduga merupakan loyalis MR melemparkan mercon dan petasan ke arah petugas.
" Kemudian ada perlawanan dari mereka, pakai mercon dan petasan, baru kita pukul mundur," kata Roy.
Dalam operasi tersebut, BNN turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan narkotika.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa 7,4M Kolombia Tambah Jadi 265 Nyawa, Ratusan Lainnya Masih Tertimbun Reruntuhan
Petugas menyita uang tunai sekitar Rp1,27 miliar. Selain itu, aset yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut ditaksir mencapai hampir Rp39,9 miliar.
"Sudah diamankan uang tunai Rp1,27 miliar dengan aset menyentuh Rp39,9 miliar, perhitungan aset berdasarkan pengembangan lebih lanjut," ujar Roy.
Barang bukti lainnya berupa dua sepeda motor, dua mobil, serta lima unit telepon seluler.
Petugas juga menemukan narkotika jenis ganja atau yang dikenal dengan istilah gorila. Selain itu, sejumlah benda berbahaya turut diamankan, mulai dari senjata api, samurai, peluru hingga petasan.
Baca Juga: Pihak Kuasa Hukum Febrie Bantah Sutrimo Eks Karumga, Minta Publik Tak Berspekulasi
Operasi di Kampung Bahari hingga Kamis masih berlangsung. Sebanyak 250 personel gabungan BNN dan Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengamankan lokasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Sejumlah orang, termasuk MR dan beberapa orang yang diduga sebagai loyalisnya, telah diamankan. Mereka kemudian dibawa ke Kantor BNN Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan.
BNN juga dijadwalkan menyampaikan keterangan lebih lanjut mengenai hasil penggerebekan tersebut, termasuk rincian narkotika dan barang bukti lain yang berhasil disita.
Operasi ini menjadi bagian dari pengembangan kasus jaringan narkoba yang sebelumnya mengungkap keberadaan 98 kilogram sabu, sekaligus menelusuri aset dan jaringan yang diduga berada di belakang peredaran narkotika tersebut. ***
Artikel Terkait
Warning Mentan Amran Soal Isu El Nino: 'Jangan Sampai Bikin Petani Takut Menanam!'
Sering Dirazia Tapi Masih Bandel, Tambang Emas Ilegal Gorontalo Kini Longsor hingga Renggut 5 Nyawa Pekerja
Guru Honorer Bergaji Rp500 Ribu Terjerat Kasus TPKS, Bermula dari Candaan Permen
Buntut Temuan Senjata di Pondok Pinang, KPAI Gerak Cepat Pulihkan Psikologis Siswa
Sempat Viral Tolak Pasang Bendera, Tukang Cukur Bogor Minta Maaf: 'Indonesia Sudah Merdeka!'
BNN Tangkap ‘Bos Gendut’ Pemilik 98 Kg Sabu di Kampung Bahari, Senjata Api hingga Emas Ikut Disita