INSIBERNEWS - Dunia pendidikan maritim di Nanggroe Aceh Darussalam kembali diselimuti awan duka yang mendalam.
Seorang taruna muda bernama Muhammad Rasya Fadilla harus meregang nyawa di tengah berjalannya masa orientasi kampus Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati.
Mahasiswa Program Diploma III Studi Nautika asal Kota Lhokseumawe tersebut menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada hari Minggu (27/9/2026).
Sebelum maut menjemput, kondisi fisik pemuda malang ini dikabarkan sempat menurun drastis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rasya awalnya mengeluhkan gejala demam yang cukup tinggi disertai rasa nyeri yang mengganggu di bagian tenggorokan.
Baca Juga: Diiming-imingi Jadi Istri Kedua, Pimpinan Ponpes di Lombok Tega Nodai Belasan Santriwatinya
Tak berselang lama, kondisi klinis tersebut semakin memburuk dengan munculnya bercak ruam kemerahan yang menjalar hingga ke sekujur tubuhnya.
Pihak institusi pendidikan sebenarnya tidak tinggal diam melihat kondisi kesehatan sang taruna yang kian merosot.
Rasya sempat mendapatkan pertolongan medis tahap awal di fasilitas klinik internal milik kampus.
Namun, karena dihadapkan pada kondisinya yang terus kritis, pihak klinik akhirnya memutuskan untuk merujuk pemuda tersebut ke RSUDZA agar mendapat tindakan penyelamatan yang lebih komprehensif.
Kepergian sang calon pelaut tak ayal menyisakan tanda tanya besar bagi pihak keluarga yang merasa ada kejanggalan di balik runtutan penyakit tersebut.
Kecurigaan ini dipicu oleh temuan luka memar pada beberapa bagian tubuh almarhum yang dianggap tak lazim untuk ukuran orang sakit demam biasa.
Berangkat dari keresahan keluarga, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh langsung turun tangan mengambil alih penyelidikan untuk menguak tabir insiden ini.
"Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, polisi kini berkoordinasi dengan dokter forensik dan melakukan pemeriksaan visum serta CT scan," ungkap Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Mifta huda Dizha Fezuono, Selasa (29/9/2026).
Guna merangkai kepingan teka-teki insiden tersebut, aparat kepolisian telah menyusun agenda untuk menelusuri secara utuh rekam jejak aktivitas korban di hari-hari terakhirnya.
Pemanggilan akan segera dilayangkan kepada pihak pengelola kampus, panitia orientasi, hingga saksi mata yang mengetahui persis rutinitas Rasya sejak keluhan awal muncul hingga detik-detik ia dievakuasi ke rumah sakit.
Titik berat penyelidikan kini difokuskan pada upaya menyinkronkan temuan luka memar dari pihak keluarga dengan hasil analisa ilmiah dari tim medis.
Selama dokumen resmi terkait visum dan kedokteran forensik belum diterbitkan, pihak kepolisian belum bersedia menarik kesimpulan final terkait penyebab utama yang menghentikan detak jantung sang taruna.***
Artikel Terkait
Tragis! Pemuda di Makassar Tewas Usai Diduga Tertembak Peluru Nyasar, Lima Polisi Diperiksa
Pabrik Baterai Raksasa Karawang Beroperasi, Sinyal Kuat Harga Mobil Listrik Bakal Makin Terjangkau
Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Sofa dan AC Rumah Dinas Dikeluarkan, DPR Soroti Alasannya
Pilu Keluarga Lihat Jenazah Penuh Lebam Kematian Mahasiswa, Poltekpel Aceh Berbuntut Panjang
Diiming-imingi Jadi Istri Kedua, Pimpinan Ponpes di Lombok Tega Nodai Belasan Santriwatinya