Harga Minyak Dunia Melonjak 6 persen, Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:44 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak 6 persen, Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz (Ilustrasi/istimewa )
Harga Minyak Dunia Melonjak 6 persen, Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz (Ilustrasi/istimewa )

INSIBERNEWS - Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026, atau Rabu pagi waktu Jakarta. Kenaikan terjadi setelah Iran memberi sinyal bahwa akses pelayaran di Selat Hormuz belum akan kembali normal sebelum tuntutan Teheran dipenuhi oleh Amerika Serikat.

Mengutip CNBC, Rabu (12/8/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman AS naik 1,3% dan ditutup di level US$83,20 per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent menguat 1,36% menjadi US$88,91 per barel.

Baca Juga: Kesal Jadi Korban Bully di Kantor, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat

Dengan perkembangan tersebut, harga minyak telah melonjak lebih dari 6% sepanjang pekan ini.

Pasar kembali mengantisipasi risiko gangguan pasokan energi setelah harapan terhadap tercapainya kesepakatan yang dapat memulihkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz mulai meredup.

Iran Minta Dana yang Dibekukan Dicairkan

Salah satu pemicu kenaikan harga minyak datang dari pernyataan pejabat senior Iran. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali hingga sejumlah tuntutan Teheran dipenuhi.

Menurut Reuters, salah satu syarat yang diajukan Iran adalah Amerika Serikat mencairkan dana milik Iran yang saat ini dibekukan di luar negeri.

Baca Juga: Babak Baru Skandal Korupsi Makan Bergizi Gratis, Kejagung Cecar 12 Saksi Kunci

Pernyataan tersebut menambah ketidakpastian di pasar energi. Sebab, Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi minyak dan energi dari kawasan Teluk ke pasar global.

Di tengah ketegangan tersebut, muncul pula sinyal yang mengarah pada kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif kepada Bloomberg News menyebut situasi kembali mengarah pada peluang terciptanya kesepakatan damai atau perjanjian. Pakistan sebelumnya berperan dalam memediasi kesepakatan sementara antara AS dan Iran pada Juni.

Namun, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama. Kondisi kemudian kembali memburuk dan memicu konflik yang berdampak terhadap aktivitas pelayaran di kawasan Selat Hormuz.

Baca Juga: Ekshumasi Jenazah Sutrimo Digelar Hari Ini, Polisi Buru Petunjuk di Balik Kematian Misterius

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X