Mereka bekerja dengan rapi untuk mendistribusikan pasokan sabu dari Madura dan Surabaya, yang kemudian dipasarkan di kawasan Banyuwangi hingga diseberangkan ke Bali.
Hingga kini, tim BNNK masih terus bekerja keras melacak aliran dana dan aset-aset siluman lainnya untuk memiskinkan para bandar.
Menyikapi keberhasilan ini, Kepala BNNK Banyuwangi menegaskan bahwa kejahatan narkotika saat ini telah berevolusi menjadi kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang terorganisir sangat rapi.
Jaringan mereka beroperasi secara multi-level sehingga sangat sulit dideteksi jika hanya mengandalkan satu instansi saja.
Oleh sebab itu, strategi penumpasannya mutlak membutuhkan sinergi dan kolaborasi pertahanan semesta dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, hingga kewaspadaan warga di tingkat rukun tetangga.
"Tidak ada ruang bagi pelaku peredaran gelap narkotika di Bumi Blambangan. BNNK Banyuwangi akan terus bertindak tegas terhadap setiap jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya, termasuk menelusuri dan menyita aset yang berasal dari hasil kejahatan narkotika sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan."***
Artikel Terkait
Heboh! Pria Dibacok Samurai karena Utang Rp150 Ribu di Bandung, Ini Kronologinya
YouTube Kena Tegur Komdigi Gegara Live Bigmo yang Promosi Vape Libatkan Anak
Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP Dipimpin Prabowo, BRI Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan melalui Pembiayaan Perumahan
Pelarian Berakhir di Banten, Polisi Ringkus Terduga Pemutilasi Mayat dalam Karung di Depok
Sah! RI dan Arab Saudi Teken MoU Bersejarah, Siap Genjot Investasi dan Proyek Hijau