Sebagai langkah awal untuk keperluan identifikasi medis, jenazah S telah dievakuasi sementara ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani proses visum luar. Akan tetapi, demi membongkar penyebab pasti hilangnya nyawa korban serta mengidentifikasi jejak luka mematikan yang mungkin tersembunyi di tubuhnya, polisi memutuskan untuk merujuk jenazah tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih di Bandung.
Proses otopsi komprehensif oleh tim forensik medis ini diharapkan mampu memberikan petunjuk ilmiah yang akurat bagi tim penyidik kepolisian.
Di sisi lain, pihak keluarga korban yang kini masih syok dan sangat terpukul atas kepergian S yang begitu tragis hanya bisa pasrah menanti keadilan ditegakkan. Mereka menaruh harapan besar kepada aparat kepolisian setempat dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum agar kasus dugaan pembunuhan keji ini segera menemui titik terang.
Pihak keluarga mendesak agar dalang maupun pelaku persekusi di balik hilangnya nyawa sang tulang punggung keluarga tersebut dapat segera ditangkap dan dijebloskan ke penjara.***
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Keras Jika Infrastruktur Diserang, Ketegangan dengan AS di Selat Hormuz Memanas
SPJ Fiktif hingga Mark Up Anggaran, Kades di Bengkulu Terjerat Korupsi Dana Desa Rp577 Juta untuk Bayar Utang
Koperasi Merah Putih di Pulau Buluh Batam Tutup, Ternyata Terkendala Modal dan Lahan
Kepala BGN Sudaryono Sidak Dapur MBG Bogor, SPPG Tak Sesuai Standar Terancam Ditutup
Heboh Kabar 522 Pelajar Sidoarjo Positif HIV, Dinkes Ungkap Fakta Sebenarnya