INSIBERNEWS - Terkait informasi yang beredar di publik, Kodam IX/Udayana membantah tudingan yang menyebut prajurit TNI melakukan intimidasi, penggusuran paksa, hingga perusakan sekolah dalam proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Neowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Tidak terdapat tindakan intimidasi, kekerasan fisik, maupun upaya penggusuran paksa oleh personel TNI terhadap masyarakat maupun fasilitas pendidikan di lokasi kejadian,” ujar Amrizal di Denpasar, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: HUT Jakarta 2026, Pemprov Gratiskan Transportasi Umum, Ancol dan Ragunan Selama Dua Hari
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul viralnya video yang memperlihatkan anggota TNI berada di sekitar SD Negeri Wolomoni, Desa Neowula. Video itu memicu beragam narasi di media sosial terkait dugaan intimidasi terhadap warga dan sekolah.
Menurut Amrizal, peristiwa tersebut bermula saat proses mobilisasi alat berat berupa ekskavator menuju lokasi pembangunan KDMP yang berada di lahan hibah masyarakat di belakang sekolah.
Ia menjelaskan akses jalan desa yang sempit menjadi kendala utama. Selain itu, terdapat struktur penyangga atap sekolah yang berada tepat di jalur manuver alat berat sehingga diperlukan penyesuaian teknis di lapangan.
Baca Juga: Waduh! KPK Ungkap ada Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Penyidikan Korupsi Bea Cukai
“Penyesuaian dilakukan dengan memotong sebagian tiang penyangga yang berada di area akses jalan,” jelasnya.
Kodam IX/Udayana menyebut langkah tersebut telah lebih dahulu dikoordinasikan dengan Kepala Desa Neowula serta pihak komite sekolah agar alat berat dapat melintas tanpa merusak bangunan utama sekolah.
Keterangan serupa juga disampaikan Kepala Desa Neowula, Vinsensius Papa. Ia mengatakan jalan yang digunakan memang berada sangat dekat dengan bangunan sekolah sehingga penyesuaian teknis tidak dapat dihindari.
Baca Juga: Gelombang PHK Kian Mengkhawatirkan, DPR Minta Perlindungan Pekerja Diperkuat
Meski demikian, pihak terkait memastikan bagian yang terdampak akan diperbaiki kembali setelah proses mobilisasi selesai dilakukan.
Terkait keberadaan anggota Babinsa di lokasi, Amrizal menegaskan Sertu Hermin hadir atas permintaan kepala desa.
Artikel Terkait
Usut Aliran Dana, Selebgram Keanu Diperiksa 6 Jam dalam Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group, Dicecar 28 Pertanyaan
Chef Arnold Diajak Benahi Program MBG, BGN Siapkan Standar Baru untuk Ribuan Dapur
Gelombang PHK Kian Mengkhawatirkan, DPR Minta Perlindungan Pekerja Diperkuat
Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Kenaikan Harga Resmi Berlaku Mulai Hari Ini
Budi Gunadi Buka Suara soal Isu Gantikan Menkeu Purbaya, Tegaskan Fokus Jalankan Tugas di Kementerian Kesehatan
HUT Jakarta 2026, Pemprov Gratiskan Transportasi Umum, Ancol dan Ragunan Selama Dua Hari