Tragis! Bocah 11 Tahun di Sragen Tewas dengan Luka Sayatan, Motor dan HP Mendadak Hilang

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 7 Juni 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi Garis Polisi (Foto : istimewa)
Ilustrasi Garis Polisi (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS – Warga Desa Kedawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, digegerkan oleh penemuan jasad seorang siswi sekolah dasar berinisial B (11) yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya pada Jumat, 5 Juni 2026. 

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di atas kasur rumahnya yang berada di RT 1 Dukuh Prayunan, Desa Kedawung. Sejumlah luka serius yang ditemukan pada tubuh korban mengindikasikan adanya tindakan kekerasan menggunakan benda tajam.

Kasus tragis ini masih menyisakan banyak tanda tanya. Memasuki hari ketiga penyelidikan, aparat kepolisian belum berhasil mengungkap identitas pelaku maupun motif di balik kematian bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD tersebut.

Baca Juga: Rupiah Melemah Tajam, Menkeu Purbaya Pastikan Indonesia Jauh dari Krisis 1998

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, Dewi Sri Lestari (34), yang baru pulang bekerja dari pabrik. Saat tiba di rumah, Dewi merasa ada yang janggal karena pintu rumah dalam keadaan tertutup rapat, namun gemboknya tidak terkunci.

"Saya pulang kerja dan melihat pintu rumah tertutup. Gemboknya tidak terkunci, sedangkan kuncinya ada di dalam rumah di atas meja," ungkap Dewi.

Setelah masuk ke rumah, ia sempat memanggil putrinya berulang kali. Namun tidak ada jawaban. Ketika menuju ruang tengah, Dewi menemukan putrinya terbaring di atas kasur.

Baca Juga: Konser EXO di GBK Diprediksi Padat, Dishub DKI Imbau Fans Naik Transportasi Umum

Awalnya ia mengira sang anak sedang beristirahat. Namun saat didekati, Dewi terkejut mendapati putrinya sudah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Korban masih mengenakan seragam sekolah saat ditemukan.

Selain menemukan putrinya dalam kondisi tidak bernyawa, Dewi juga melihat banyak jejak kaki di lantai rumah. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Dalam peristiwa tersebut, keluarga korban juga kehilangan sejumlah barang, termasuk satu unit sepeda motor Honda Vario dan telepon genggam milik korban.

"Yang hilang motor dan HP anak saya. Motornya biasa dipakai anak sekolah dan bermain. Itu motor lama, beli bekas," kata Dewi.

Baca Juga: Ramai Isu Resuffle Menkeu, Kemensetneg Pastikan Posisi Purbaya Tetap Aman

Hilangnya barang-barang tersebut membuat polisi tidak menutup kemungkinan adanya unsur tindak pidana lain yang menyertai kasus kematian korban.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X