Evaluasi terhadap dampak ekonomi dan pengembangan kawasan transit pun diperkirakan menjadi salah satu agenda utama komite yang baru dibentuk tersebut.
Langkah Presiden Prabowo membentuk komite khusus ini dinilai sebagai upaya mempertegas arah pengembangan transportasi modern di Indonesia.
Pemerintah berharap keberadaan kereta cepat tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga mampu memberi manfaat nyata bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.***
Artikel Terkait
Rusia Diduga Bersiap Lancarkan Serangan Baru ke Ukraina, Zelenskyy Desak Dukungan Militer Dipercepat
Kabut Putih Masuk Rumah Warga di Tuban, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Harga Kakao Dunia Naik Tajam, Kemendag Sebut Penutupan Selat Hormuz Jadi Pemicu
Pasokan Minyak Dunia Menyusut, Ancaman Krisis Energi Mulai Menghantui Pasar Global